Puluhan Rumah di Tasikmalaya Rusak Imbas gegara Pergerakan Tanah

Puluhan Rumah di Tasikmalaya Rusak Imbas gegara Pergerakan Tanah

Deden Rahadian - detikJabar
Rabu, 28 Sep 2022 14:30 WIB
Rumah Rusak Akibat Pergerakan Tanah di Tasikmalaya
Ilustrasi rumah rusak di Tasikmalaya (Foto: Deden Rahadian)
Tasikmalaya -

Sebanyak 35 rumah di Kabupaten Tasikmalaya mengalami pergeseran tanah. Hal itu disebabkan hujan deras yang melanda wilayah Tasikmalaya beberapa hari ini.

Puluhan rumah yang rusak tersebut berada di Kampung Ciketug, Desa Parakanhonje, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Kerusakan rumah mulai dari ringan hingga rusak berat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmakaya Kurnia Trisna Somantri mengatakan pergerakan tanah terjadi usai wilayah selatan diguyur hujan deras. Sebanyak 44 keluarga terdampak.


"Pergerakan tanah tersebut terjadi pada tanggal 24 September 2022 lalu, bahkan pergerakan tanah itu masih terus terjadi hingga saat ini yang sebakan 35 rusak ringan dengan jumlah 40 keluarga, 1 rusak berat 1 keluarga 4 jiwa," Kata Kurnia, Rabu (28/9/22).

Saat ini Pemerintah Kabupaten melalui BPBD akan berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk pengecekan lokasi. Masyarakat terdampak diimbau untuk mengungsi ke tempat lebih aman.

"Untuk sementara, warga yang terdampak melakukan evakuasi mandiri ke rumah saudara saat malam hari, karena ketakutan mereka terjadi lagi," tambah Kurnia.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin mengatakan, bahwa pihaknya sudah menerima laporan seluruh bencana di Kabupaten Tasikmalaya, mulai dari banjir Kecamatan Karangnunggal, longsor hingga pergerakan tanah di Kecamatan Bantarkalong.

"Artinya Kabupaten Tasikmalaya ini rawan bencana. Dan bencana itu tidak bisa kita tolak hanya berdoa agar tidak terjadi lagi," kata Cecep.

Termasuk, bencana tersebut bisa dihindari dengan adanya perilaku yang baik dengan menjaga lingkungan.

"Dari dulu saya sering bilang hutannya jangan dirusak, apalagi wilayah kita banyak lereng-lereng, sehingga ketika turun hujan akan terjadi bencna bila hutannya rusak. Salah satunya yang terjadi di Wilayah Salopa Lewi Hieum, itu kan lahan Hak Guna Usaha (HGU) itu kan hutan kini menjadi tenaman jagung yang otomatis ketika turun hujan langung longsor, bahkan sudah dua kali," jelas Cecep.



Simak Video "Dramatis! Penyelamatan 2 Warga Terjebak Banjir di Korea Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)