Serukan 4 Tuntutan, Buruh Lumpuhkan Jalur Nasional Purwakarta

Serukan 4 Tuntutan, Buruh Lumpuhkan Jalur Nasional Purwakarta

Dian Firmansyah - detikJabar
Rabu, 28 Sep 2022 14:30 WIB
Aksi unjuk rasa kembali dilakukan oleh ribuan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Purwakarta.
Aksi unjuk rasa kembali dilakukan oleh ribuan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Purwakarta. (Foto: Dian Firmansyah/detikJabar)
Purwakarta -

Aksi unjuk rasa kembali dilakukan oleh ribuan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Purwakarta. Buruh datang dari berbagai kawasan dan puluhan pabrik dengan tujuan kantor Bupati Purwakarta dan kantor DPRD Kabupaten Purwakarta, Rabu (28/9/2022).

Aksi buruh dimulai dari kantor kesekretariatan SPSI di Jalan Raya Sadang, kemudian buruh melakukan aksi longmars sekitar 5 Kilometer sembari menyeruakan empat tuntutannya.

"Hari ini kita akan ke kantor bupati dan kantor DPRD untuk menyerukan empat tuntutan," ujar Heru Mas'udi, Sekretaris DPC SPSI Kabupaten Purwakarta di sela-sela aksi demo, Rabu (28/9/2022).


Heru menyebutkan empat tuntutan itu, pertama ia menegaskan kepada pemerintah untuk segera menurunkan harga BBM, hak ini sangat berdampak pada masyarakat. Kedua ia meminta agar pemerintah membatalkan UU ciptakerja, buruh merawat dirugikan dengan UU itu.

Ketiga, buruh meminta Gubernur Jawa Barat merevisi UU tentang UMK kabupaten Purwakarta tahun 2022, hal itu karena banyak pabrik yang tidak menaikkan upah buruhnya. Ke empat buruh meminta Bupati Purwakarta merekomendasikan terkait upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2023 sebesar 24%.

"Kita menuntut hal yang sewajarnya karena tahun kemarin kita tidak beberapa tahun kita tidak naik gaji," katanya.

Pantauan detikJabar, ribuan buruh itu ada yang jalan kaki, ada yang menaiki motor ada juga yang menggunakan mobil, tiga mobil komando terus mengiringi langkah kaki buruh.

Di perempatan jalan Veteran, yakni jalan utama non tol Jakarta-Bandung, buruh melakukan orasi yang membuat jalan tertutup, kemacetan akibat aksi orasi tak terhindarkan.

Buruh mengancam jika tuntutannya tidak dipenuhi akan melakukan aksi yang lebih besar, bahkan bukan tidak mungkin buruh akan melakukannya bersama elemen masyarakat lainnya.

(yum/yum)