Kebakaran Gunung Ciremai Kuningan Ancam Populasi Satwa?

Kebakaran Gunung Ciremai Kuningan Ancam Populasi Satwa?

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Selasa, 27 Sep 2022 20:51 WIB
Kebakaran di Gunung Ciremai, Jawa Barat.
Foto: Kebakaran di Gunung Ciremai, Jawa Barat. (Antara)
Kuningan -

Kebakaran di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) belum juga padam. Kebakaran ini juga dikhawatirkan mengancam satwa yang ada di kawasan tersebut.

Sebagaimana diketahui, kebakaran di Gunung Ciremai terjadi sejak Minggu (25/9). Hingga hari ini, api masih berkobar di gunung tersebut.

Lokasi awal kebakaran terjadi di Blok Cileutik, Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Usai lokasi awal terkendalikan, ternyata api menyebar ke kawasan lainnya, yaitu di Pajaten dan Batuluhur.


Dengan adanya peristiwa kebakaran ini, lantas bagaimana kondisi Satwa di sana?

Kepala Balai TNGC Teguh Setiawan mengatakan, secara insting satwa atau binatang lebih cepat melarikan diri ketika ada musibah.

Selain itu, lanjut Teguh, hingga hari pihaknya belum menemukan satwa penghuni Gunung Ciremai di sekitar lokasi kebakaran.

"Secara insting satwa biasanya melarikan diri ketika ada api. Saya juga belum dapat laporan dari temen-temen yang melakukan pemadaman ada yang bertemu dengan satwa atau binatang di sana," kata Teguh dihubungi detikJabar, Selasa (27/9/2022).

Belum ditemukannya 'penghuni' Gunung Ciremai di lokasi kebakaran, karena populasi satwa disekitaran lokasi belum terlalu banyak. Pasalnya, lokasi kebakaran masih dibawah ketinggian 237 MDPL.

"Populasi (satwa) juga belum terlalu banyak. Dan ini posisinya belum terlalu tinggi," ujar Teguh.

Sementara itu, hingga malam ini para petugas gabungan dari berbagai unsur masih berupaya mengendalikan api. Mereka terus berjaga-jaga agar api tidak menyebar ke titik lain.

'Kita bertahan supaya tidak menyebar lagi ke blok lainnya. Luas (lahan terbakar) belum kita ukur, kami masih fokus pemadaman dulu," ujar Teguh.



Simak Video "Momen Saat Ratu Rimba Gunung Ciremai Dilepasliarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)