Pemkab Garut Anggarkan Rp 1,7 M dari BTT untuk Penanggulangan Bencana

Pemkab Garut Anggarkan Rp 1,7 M dari BTT untuk Penanggulangan Bencana

Inkana Putri - detikJabar
Selasa, 27 Sep 2022 10:51 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan di sela kunjungannya saat meninjau kondisi lokasi bencana, khususnya di Kecamatan Cisompet.
Foto: Dok. Pemkab Garut
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Garut menggelontorkan anggaran senilai Rp 1,7 miliar dari belanja tidak terduga (BTT) untuk penanggulangan bencana yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah selatan Kabupaten Garut.

Hal ini disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan di sela kunjungannya saat meninjau kondisi lokasi bencana, khususnya di Kecamatan Cisompet, Senin (26/9).

"Jadi banjir di Garut Selatan itu terjadi di 5 Kecamatan, tapi yang terdampak secara luas itu adalah di Kecamatan Pameungpeuk, ada satu orang yang meninggal dunia yaitu di Kecamatan Cisompet dan ada lebih daripada 1.000 lebih rumah yang terdampak," ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Selasa (27/9/2022).


Rudy mengatakan pihaknya juga akan memberikan cash for work senilai Rp 300 ribu untuk satu rumah dari BTT yang dikeluarkan. Ada pula bantuan dana maksimal Rp 20 juta bagi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

"Dengan 1.000 (rumah) lebih, kurang lebih Rp 300 juta, yang kedua adalah rumah yang rusak berat, rusak ringan itu telah dilakukan perbaikan dan pemberian maksimal Rp 20 juta, sedangkan untuk infrastruktur terutama itu adalah melakukan rekonstruksi inti PDAM dan jembatan serta berbagai fasilitas lain, ya semuanya kita keluarkan hari ini (dana) Rp 1,7 miliar dari BTT," paparnya.

Rudy pun menambahkan pemerintah daerah saat ini telah menerima sumbangan dana dari Bank BJB Cabang Garut sebesar Rp 100 juta.

"Dan kita akan umumkan siapa yang memberikan sumbangan kepada pemerintah daerah dan kita juga berharap masalah yang berhubungan dengan penanganan selanjutnya pasca bencana, kita akan mengecek beberapa tempat di antaranya adalah jembatan-jembatan," papar Rudy.

Selain memberikan bantuan, Rudy menjelaskan pihaknya akan mengecek bantaran sungai dalam bentuk pengerukan dari sedimentasi. Tak hanya itu, Pemda juga akan menanggung pengobatan penyintas bencana yang terdampak banjir ataupun tanah longsor.

"Ya itu lah hari ini sudah kita keluarkan (BTT) ya jadi bisa dieksekusi besok atau lusa di bawah koordinasi Pak Sekda selaku Kepala BPBD dan Kalak BPBD Pak Satria Budi, yang dilakukan dengan para camat," katanya.

"Mereka yang mendapatkan pengobatan itu gratis ya kita ditanggung pemerintah daerah, sedangkan hal-hal lain lah ya menyangkut tentang kesiapsiagaan bencana dalam mitigasi bencana, ini kita lakukan sosialisasi melalui rekan-rekan kepala desa," pungkasnya.

(akd/ega)