2 Ruang Kelas Ambruk, KBM di SDN Sindangrahayu Tasik Terhambat

2 Ruang Kelas Ambruk, KBM di SDN Sindangrahayu Tasik Terhambat

Deden Rahadian - detikJabar
Senin, 26 Sep 2022 12:44 WIB
Dua bangunan kelas SDN Sindangrahayu, Tasikmalaya ambruk
Dua bangunan kelas SDN Sindangrahayu, Tasikmalaya ambruk (Foto: Deden Rahadian/detikJabar)
Tasikmalaya -

Proses belajar mengajar siswa SDN Sindangrahayu, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya terhambat usai ambruknya dua ruang belajar untuk siswa kelas 4 dan 5.

Siswa belajar secara bergantian di tiga ruang kelas yang masih tersisa. Jam belajar siswa dibagi dua sesi setiap harinya, Sesi pagi dan sesi siang.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terpaksa dialihkan ke ruangan lain yang masih berada dalam satu komplek sekolah. Ke depan, sambil menunggu perbaikan direncanakan KBM akan berlangsung di ruang Madrasah yang tidak jauh dari sekolah ini.


"Hari ini ruang kelas yang rusak tidak bisa digunakan. Semuanya ada kelas 4 dan kelas 5. Kelas 6 juga tidak bisa digunakan karena rusak hawatir ambruk sewaktu waktu," ucap Deden Nurjaman, Guru SDN Sinddangrahayu, Senin (26/9/22).

"Apalagi kondisi saat ini masih hujan. Siswa sekarang belajar di ruang kelas bawah dan masih satu lingkungan, tapi beda lokasi dengan ruangan yang ambruk," tambah Deden.

Bangunan sekolah ini pernah mengalami perbaikan atapnya saja pada tahun 2008 silam. Sedangkan bangunan sekolahnya sudah dari tahun 1980-an. Pihak sekolah, lanjut Deden, sudah masukan data kerusakan kelas itu dalam Dapodik.

"Ruang kelas yang ambruk itu memang statusnya sudah tidak layak digunakan. Namun belum ada realisasi penanganan. Dengan adanya kejadian terakhir, kami juga sudah lapor ke dinas. Rencana hari ini tim dari dinas mau ke lokasi," ujar Deden.

Dari total ruang kelas yang ada, lanjut Deden, ruang kelas yang masih bisa digunakan ada tiga ruangan, yakni kelas 1, 2, 3. Sedangkan yang rusak diantaranya ruang kelas 4, 5, 6, ruang guru, toilet, dan ruang kesenian atau olahraga.

"Sementara KBM kelas 1,2,3 berjalan Insyaallah masih aman. Paling butuh perbaikan genting bocor," ujar Deden.

(yum/yum)