Lorong Waktu: Situ Lengkong, Tempat Wisata Favorit Noni Belanda

Lorong Waktu: Situ Lengkong, Tempat Wisata Favorit Noni Belanda

Dadang Hermansyah - detikJabar
Minggu, 25 Sep 2022 08:00 WIB
Situ Lengkong di Kecamatan Panjalu Ciamis.
Situ Lengkong di Kecamatan Panjalu Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Situ Lengkong di Kecamatan Panjalu, merupakan salah satu primadona wisata religi dan budaya di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Danau besar di Ciamis ini kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.

Selain sebagai wisata ziarah, pemandangan di Situ Lengkong Panjalu ini pun tak kalah indah sebagai sebuah wisata alam. Situ ini memiliki sebuah pulau dinamakan Nusa Gede yang memiliki berbagai kekayaan alam flora dan fauna.

Konon danau ini terbentuk sejak zaman Kerajaan Panjalu pada era Prabu Borosngora. Danau ini pun sebagai salah satu sumber air bagi masyarakat, salah satunya untuk pengairan persawahan.


Pada era pemerintahan Hindia Belanda, Situ Lengkong sudah menjadi tempat favorit wisata. Memiliki udara yang sejuk dan alam yang indah, Situ Lengkong selalu dikunjungi warga Belanda.

Dulu orang yang akan menyeberang ke tengah pulau menggunakan rakit bambu. Namun kini pengunjung bisa menggunakan perahu.

"Iya sejak dulu jadi tempat wisata orang Belanda. Fotonya ada waktu kunjungan nona-nona Walanda (Belanda) ke Situ Lengkong tahun 1931," ujar Budayawan Panjalu Pandu Radea belum lama ini.

Pandu menjelaskan, Situ Lengkong mulai menjadi data tarik orang-orang asing setelah jalan mulai dapat diakses dengan baik. Terutama dari arah Talaga menuju ke Ciamis lewat Panjalu-Kawali atau ke arah Tasikmalaya. Sejak saat itu Situ Lengkong menjadi salah satu tempat tujuan wisata.

Menurut Pandu Radea, Situ Lengkong merupakan kawasan yang disakralkan oleh masyarakat Panjalu. Hal ini kaitan dengan keberadaan malam Prabu Hariang Kancana (Raja Panjalu) di tengah pulau Nusa Gede.

"Banyak makan keramat lainnya juga masih disakralkan. Masyarakat pun sejak dulu masih memelihara Tradisi Nyangku. Danaunya masih asri dan jadi surga bagi flora dan fauna yang ada di lingkungan Situ Lengkong," kata Pandu.

Pulau di tengah Situ Lengkong memiliki kekayaan alam yang luar biasa, sehingga pulau itu dijuluki sebagai Pulau Koders. Sedangkan saat ini warga lebih mengenalnya sebagai Nusa Gede.

Pandu menjelaskan, disebut Pulau Koders merujuk pada nama ahli botani berdarah Belanda kelahiran Bandung. Ia merupakan pendiri Nederlandsch Indische Vereeniging tot Natuurbescherming.

"Situ lengkong sejak 16 November 1921 ditetapkan Hindia Belanda sebagai Cagar Alam Korders melalui SK Gubjen Balanda," katanya.

(iqk/iqk)