Geger Jalan Garut-Pameungpeuk Terputus, Begini Faktanya

Geger Jalan Garut-Pameungpeuk Terputus, Begini Faktanya

Hakim Ghani - detikJabar
Jumat, 23 Sep 2022 23:03 WIB
Beredar informasi ruas jalan nasional Garut-Pameungpeuk menganga tergerus longsor. Faktanya, longsoran tersebut bukan terletak di jalan Garut-Pameungpeuk.
Beredar informasi ruas jalan nasional Garut-Pameungpeuk menganga tergerus longsor. Faktanya, longsoran tersebut bukan terletak di jalan Garut-Pameungpeuk. (Foto: Hakim Ghani/detikJabar)
Garut -

Beredar informasi ruas jalan nasional Garut-Pameungpeuk menganga tergerus longsor. Faktanya, longsoran tersebut bukan terletak di jalan Garut-Pameungpeuk.

Bencana alam saat ini tengah mengepung wilayah Garut Selatan. Longsor dan banjir bandang terjadi secara bersamaan, usai hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Kamis (22/9) malam.

Salah satu informasi yang beredar, adalah longsornya jalan utama penghubung Garut dan Pameungpeuk akibat hujan deras.


Kabar tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah warganet mengunggahnya. Beberapa warganet yang mengunggah video detik-detik robohnya jalan tersebut memberikan narasi jika kejadian itu berlangsung di Jalan Raya Garut-Pameungpeuk.

Setelah ditelusuri, ternyata kejadian itu memang benar adanya. Namun, kejadiannya bukan di Jalan Raya Garut-Pameungpeuk.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menjelaskan, kejadian longsoran tanah yang menggerus jalanan itu terjadi di sebuah jalan poros di kawasan Singajaya.

"Itu jalan alternatif. Tergerus longsor," kata Helmi kepada wartawan di aula Kecamatan Pameungpeuk, Jumat (23/9/2022) malam.

Helmi mengatakan, jalanan tersebut menghubungkan Kecamatan Singajaya dengan Kecamatan Cihurip. Jalan itu juga, kerap dijadikan jalan alternatif penghubung Garut-Tasik via Cigalontang.

"Untuk akses yang ke Tasik masih bisa lewat jalan lain," katanya.

Sekadar diketahui, bencana alam mengepung Garut selatan. Bencana tersebut terjadi usai hujan dengan intensitas deras mengguyur kawasan tersebut sejak Kamis malam.

Selain di kawasan Singajaya, longsor juga terjadi di Cisompet. Di lokasi ini, longsor menimbun sebuah rumah warga, sehingga menyebabkan penghuninya meninggal dunia.

Bencana alam juga terjadi di Pameungpeuk. Banjir bandang menerjang perkampungan warga di 4 desa di Kecamatan Pameungpeuk.

(yum/yum)