Di Depan Menko PMK, Wabup Garut Bicara Pengembangan Dakwah Islam

Di Depan Menko PMK, Wabup Garut Bicara Pengembangan Dakwah Islam

Jihaan Khoirunnisaa - detikJabar
Kamis, 22 Sep 2022 09:38 WIB
Wabup Garut Helmi Budiman menerima kunjungan kerja (kunker) Menteri Koordinator (Menko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.
Foto: Pemkab Garut
Jakarta -

Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman menerima kunjungan kerja (kunker) Menteri Koordinator (Menko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. Kunjungan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Furqon, di Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut.

Helmi mengucapkan terima kasih kepada Menko PMK RI yang berkenan datang ke Kabupaten Garut untuk kesekian kalinya.

"Pak Menteri kunjungan ke Garut ini bukan hanya sekarang pak bu ya, jadi sering beliau ke Kabupaten Garut termasuk ketika ada bencana. Alhamdulillah kami juga ditengok, dibantu terutama ketika bencana (banjir) Cimanuk 2016 pada saat beliau menjadi Menteri Pendidikan, terima kasih Pak Menteri," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/9/2022).


Pada kegiatan Rabu (21/9) kemarin, ia mengaku bangga dengan keberadaan Ponpes Al-Furqon. Menurutnya pesantren ini bukan hanya aset Muhammadiyah maupun aset Kecamatan Cibiuk saja, melainkan aset bagi Kabupaten Garut.

"Jadi bapak ibu sekalian alhamdulillah saya ikut bangga (dan) bahagia karena pondok pesantren ini sekarang sudah sangat maju, fasilitasnya juga ini masjidnya luar biasa pak saya kagum, ini luar biasa saya tadi tanya ternyata ini banyaknya partisipasi masyarakat, partisipasi dari pada santri maupun orang tua santri dan upaya-upaya yang luar biasa dari seluruh para santri ya, para asatidz dan lain sebagainya," ungkapnya.

Di hadapan Menko Muhadjir Effendy, dia pun menjelaskan Kecamatan Cibiuk merupakan salah satu kecamatan yang religius. Bahkan dulunya wilayah ini menjadi pusat pengembangan dakwah islam di Kabupaten Garut.

Walaupun memiliki wilayah yang kecil, namun menurutnya Kecamatan Cibiuk memiliki banyak pesantren dan santri.

"Ku sim kuring ditaros ka Pak Ustaz ini santrinya dari mana? Ternyata banyak dari luar Cibiuk, dan luar Kabupaten Garut. Dan ini kebanggaan bagi kami Kabupaten Garut, dan pesantren ini kembali mengokohkan bahwa Cibiuk sebagai salah satu sentral pendidikan dakwah dan juga penyebaran penguatan Islam di Kabupaten Garut," imbuhnya.

Sementara itu, Menko PMK RI, Muhadjir Effendy berpesan kepada para santri agar meningkatkan kemampuan berbahasa. Hal ini untuk menyiapkan generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.

"Jadi merekalah (para santri) yang nanti akan menentukan masa depan Indonesia itu, bukan saya, bukan bapak-bapak, karena kita sebentar lagi wassalam, tapi Indonesia itu akan ditentukan oleh generasi ini," katanya.

"Dan salah satunya yang menentukan itu adalah alumni santri Pondok Pesantren Al-Furqon, dan tugas kita sebagai asatidz, sebagai mudir, sebagai pimpinan pondok harus memberikan mimpi-mimpi besar kepada santri kita, jangan memberi mimpi kecil," imbuhnya.

Menurut Muhadjir, para santri juga harus memiliki mimpi besar. Sehingga dapat memacu semangat para santri untuk bekerja keras dalam meraih cita-cita besarnya.

"Kemampuan pimpinan untuk memberikan mimpi besar itu penting, hanya pemimpin yang visioner yang bisa memberikan mimpi besar kepada anak-anak didiknya itu, dan guru yang hebat, dan ustaz yang hebat itu adalah kalau anak didiknya jauh lebih berhasil dibanding gurunya, itu baru namanya guru hebat, ustaz yang hebat," ujar Muhadjir.

Selain itu, ia juga berpesan agar para santri bisa menguasai STEM atau Science, Technology, Engineering, and Math. Sehingga ia berharap pihak ponpes bisa menargetkan 50 persen santri Al-Furqon nantinya bisa masuk kuliah dengan jurusan hard science, seperti kedokteran, teknik mesin, hingga teknik informatika.

"Karena sekarang ini masuk ke era digital, tidak boleh ada santri Al Furqon hanya bisa ngaji tapi gaptek (atau) gagap teknologi," ucapnya.

Ia meyakini dengan menerapkan perilaku akhlakul karimah, para santri akan memiliki self censore dalam penggunaan teknologi yang ada.

"Jadi dengan era informasi yang terbuka sekarang ini, begitu mudahnya orang untuk dapatkan informasi, mendapatkan berita, mendapatkan macam-macam dari hanya (alat) kecil (bernama) smartphone itu, itu kita tidak bisa (mencegah perkembangan teknologi), kecuali hanya menanamkan betul akhlakul karimah dan kemampuan untuk anak-anak untuk melakukan self censor," tandasnya.



Simak Video "Momen Muhadjir Kepleset Sebut Soekarno Ingin Dimakamkan di Blitar"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)