Duh! Sampah Cemari Pesisir Pangandaran

Duh! Sampah Cemari Pesisir Pangandaran

Aldi Nur Fadilah - detikJabar
Selasa, 20 Sep 2022 04:00 WIB
Sampah di pesisir Pangandaran
Sampah di pesisir Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadilah/detikJabar)
Pangandaran -

Sampah plastik di perairan Pantai Pangandaran semakin menumpuk. Akibatnya volume sampah di tepi pantai Pangandaran yang tersapu ombak ganggu kenyamanan para nelayan.

Kepala Bidang Pengelolaan sampah limbah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, Wagiso mengatakan setiap hari sampah plastik yang diangkut dari pantai timur dan barat Pangandaran setiap harinya mencapai 18 kubik atau 10 kontainer.

"Semua sampah itu berasal dari wisatawan dan sampah kiriman laut yang berasal dari sungai Citanduy," kata Wagiso kepada detikJabar, Senin (19/9/2022).


Selain sungai kiriman dari sungai Citanduy, sampah yang masuk ke pantai Pangandaran berasal dari perilaku masyarakat yang acuh terhadap kebersihan lingkungan.

"Kami juga menemukan banyak sampah yang berasal dari hulu sungai paling dekat dengan pantai timur yang berupa smapah domestik," katanya.

Menurutnya saat musim pancaroba bulan lalu, sampah kiriman yang masuk ke pantai Pangandaran cukup banyak. "Sampah tercampur dengan sampah alam seperti dedaunan dan ranting pohon hingga kayu yang dibuang ke sungai," katanya.

Wagiso mengatakan jumlah sampah pasca lebaran tahun 2022 jika dijumlahkan mencapai 312 ton. "Pada hari pertama setelah lebaran ada 108 ton dan hari kedua 108 ton, sementara hari ketiga 96 ton," ucapnya.

Sementara armada pengangkut sampah hanya baru ada beberapa unit. "Kita sempat keteteran saat angkut sampah, tapi alhamdulillah bisa terangkut semua meskipun sering terlambat karena macet," katanya.

Semua sampah yang diangkut DLHK dibuang ke TPA Pangandaran dengan cara dibakar dan dihancurkan. DLHK Pangandaran mencatat pada tahun 2021 dari 432 ribu penduduk Pangandaran yang berasal dari 10 kecamatan jumlah sampah yang diproduksi per hari ada 172 ribu kilogram dan dalam setahun bisa mencapai 63 ribu ton. Sedangkan yang ditangani per tahun hanya 17 ribu ton.

(yum/yum)