Jabar Hari Ini: Geger Bocah Telan Kunci hingga Kecelakaan Maut di Cipali

Jabar Hari Ini: Geger Bocah Telan Kunci hingga Kecelakaan Maut di Cipali

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 19 Sep 2022 22:01 WIB
Zul (9) dan penampakan kunci yang tak sengaja ia telan di Indramayu
Penampakan kunci yang tak sengaja tertelan bocah di Indramayu (Foto: Sudedi/detikJabar
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini. Dari mulai kecelakaan maut di Tol Cipali hingga mantan Bupati Bogor Ade Yasin minta dibebaskan dari jerat kasus suap pegawai BPK.

Berikut rangkumannya di Jabar Hari Ini:

Kecelakaan Maut di Cipali Tewaskan 3 Orang

Tiga orang tewas dan 16 orang alami luka-luka setelah mobil Elf yang mereka tunggangi terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di Tol Cipali KM 135, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (19/9/2022) sekitar pukul 07.00 WIB.


Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Angga Handiman mengatakan, sebelum mengalami kecelakaan, mobil Elf bernopol BE-7031-VA itu berangkat dari Lampung untuk menuju ke arah Jawa.

"Jadi kendaraan (mobil Elf) tersebut berangkat dari Lampung, itu pada pukul 11 siang kemarin," kata Angga Handiman saat ditemui di RSUD Arjawinangun hari ini.

Tepat di KM 135-900 Tol Cipali, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, mobil Elf tersebut terlibat kecelakaan dengan menabrak bagian belakang truk.

Menurut Angga, setelah menabrak bagian belakang truk, mobil Elf tersebut bahkan sempat terseret hingga kurang lebih sejauh 400 meter. Polisi menduga kecelakaan tersebut terjadi akibat pengemudi mobil Elf yang kelelahan dan mengantuk.

"Dugaan sementara sopir Elf kelelahan dan mengantuk. Karena dari keterangan saksi penumpang, bahwa sopir Elf itu mengemudikan kendaraan dari Tangerang pukul setengah 4 subuh sampai KM 135-900 itu tanpa beristirahat. Dia hanya berhenti dua kali dan itu pun hanya sekedar meminun kopi," tutur Angga.

Menurut Angga, dugaan itu juga diperkuat oleh tidak adanya bekas pengereman dari mobil Elf tersebut. Hal ini disampaikan Angga berdasarkan hasil dari olah TKP.

"Yang menguatkan, dari hasil olah TKP juga tidak adanya bekas rem dari mobil Elf tersebut," ucap dia.

Saat ini, tiga orang korban meninggal telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Sementara dari 16 korban luka-luka, 9 di antaranya tengah dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Soroti Banyak Pemotongan BLT, Ini Respons Ridwan Kamil

Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat segera mengevaluasi penyaluran BLT BBM di wilayahnya. Pasalnya, isu pemotongan dana bantuan itu mulai muncul dan banyak dikeluhkan warga.

"Iyah itu lumayan euy (pemotongan BLT), banyak sekali, saya sedang akan disunting. Jadi ini mumpung bulan pertama dari 4 bulan, kita akan lakukan evaluasi," kata Kang Emil sapaan akrabnya hari ini.

Kang Emil sapaan karib Ridwan Kamil akan mengevaluasi penyaluran bantuan tersebut agar tepat sasaran. Menurutnya, di era digital seperti saat ini, tak sulit untuk menelusuri adanya dugaan pemotongan bantuan di masyarakat tersebut.

"Ada yang dipotong, ada yang disengaja salah sasaran, macem-macem. Dan di era digital laporan gampang sekarang mah, tinggal ditelusuri," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga penerima BLT BBM di Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara diduga diwajibkan membeli kupon acara gerak jalan seharga Rp 30 ribu terlebih dulu dalam pencairannya.

Acara gerak jalan sendiri konon dalam rangka memeriahkan acara peringatan hari jadi kelurahan. Dalam acara tersebut konon akan dimeriahkan dengan adanya door prize. Seperti pengakuan keluarga Dadang sebagai salah satu keluarga penerima BLT BBM.

Bocah Telan Kunci

Zul (9) terlihat sehat seperti anak-anak yang lainnya. Walau demikian, di dalam perut bocah asal Indramayu, Jawa Barat itu terdapat satu buah kunci gembok.

Awalnya Zul tak sengaja menelan kunci di rumahnya pada Rabu (14/9/2022) malam. Ia sempat merasakan sakit pada tenggorokan saat kunci itu masuk melewati mulut dan turun ke kerongkongan.

"Sambil nunggu kakak pulang, aku lagi tiduran di kamar sambil main hape sama pegang kunci, namun aku gigit-gigit terus ketelen," cerita Zul santai saat didatangi detikJabar, Senin (19/9/2022).

Kejadian itu jelas membuat Nina Listiyana (40), ibunda Zul panik. Ia langsungmemberikan minum kepada Zul sebelum berangkat mencari pertolongan medis.

"Awalnya saya suruh tidur karena kan udah malem besoknya sekolah. Terus pas denger Zul tertelan kunci gembok, langsung diberikan air minum," kata Nina di di Talang Tembaga, Kelurahan Lemahabang, Kabupaten Indramayu.

Demi kesembuhan anaknya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD, Nina mencoba membawa putranya ke salah satu dokter terdekat. Kemudian, ia harus merujuk putranya ke RSUD Indramayu.

"Panik mas, saya kasih minum dulu, terus ke dokter naik becak, tapi kata dokter harus ke rumah sakit," lanjut Nina.

Mengaku Tak Terlibat, Ade Yasin Minta Bebas

Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin meminta majelis hakim untuk membebaskannya dari kasus suap pegawai BPK yang menjeratnya.
Permintaan pembebasan itu, dikatakan Ade Yasin usai tim pengacara yang diwakili Dinalara Butar Butar membacakan pledoi di Pengadilan Tipikor Bandungl hari ini.

"Saya singkat yang mulia," kata Ade kepada ketua majelis hakim.

"Silahkan," kata ketua majelis hakim.

Dalam agenda sidang pledoi ini, Ade Yasin hadir secara online. Di layar monitor Ade mengenakan kerudung berwarna hijau dan didampingi tim pengacara lainnya.

"Sudah lima bulan saya berada di sini, jauh dari kedua anak saya dan sudah hampir 150 hari saya berjarak dengan masyarakat Bogor. Saya ikhlas mengukuti proses hukum yang mulia," kata Ade.

Saat menyampaikan pembelaan, Ade menangis tersedu-sedu.

"Jika melihat fakta persidangan, kita lihat semua tidak ada saksi yang mengatakan jika saya terlibat, lalu di mana letak kesalahan saya?" ucapnya.

"Saya meyakinkan yang mulia majelis hakim dan jaksa penuntut umum jika melihat perkara ini secara objektif, saksi-saksi dan para terdakwa tidak ada yang mengatakan jika saya terlibat di dalamnya, semuanya jelas tidak ada perintah, tidak ada instruksi dari saya," terang Ade.

Kepada Ketua Majelis Hakim, Ade meminta agar dirinya dibebaskan dari kasus suap yang menjeratnya.

"Dalam kesempatan baik ini, saya memohon kepada yang mulia majelis hakim dibebaskan dari segala macam dakwaan dan tuntutan, dari hati yang paling dalam saya memohon maaf sebesar-besarnya bila ada tindakan yang kurang berkenan dari saya," jelas Ade.

"Demi Allah saya tidak memiliki niat tidak baik, tapi saya ingin keadilan," tambahnya.

Usai Ade Yasin menyampaikan tanggapan atas kasus yang menjeratnya, ketua majelis hakim menanyakan kepada jaksa penuntut umum (JPU) apakah ada tanggapan.

"Secara lisan, tetap pada tuntutan," ucap JPU KPK secara singkat.

Ketua majelis hakim pun mengatakan karena tanggapan JPU sesuai tuntutan, maka sidang putusan akan digelar, Jumat (23/9/2022) mendatang.

"Akhirnya tiba pada majelis hakim ambil putusan. Setelah kami bermusyawarah, Hari Jumat tanggal 23 September kami bacakan putusan," ucap ketua majelis hakim.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Bogor nonaktif diduga melakukan suap kepada auditor BPK RI perwakilan Jabar. Atas perbuatannya dia didakwa telah melanggar Pasal 5 ayat 1 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Ade Yasin juga dianggap melanggar Pasal 13 UUTipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1KUHP Jo Pasal 64 ayat 1KUHP sebagaimana dakwaan kedua.