Mencari Tahu Penyebab Konflik Macan Kumbang dan Manusia

Mencari Tahu Penyebab Konflik Macan Kumbang dan Manusia

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 13 Sep 2022 12:20 WIB
Ilustrasi Macan Kumbang.
Ilustrasi macan kumbang (Foto: Istimewa).
Bandung -

Tiga warga Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang menjadi korban serangan macan kumbang alias macan tutul Jawa.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu pekan lalu membuat tiga warga itu mengalami luka-luka hingga dilarikan ke rumah sakit. Sementara macan kumbang, mati karena ditenggelamkan.

Konflik yang terjadi antara macan dengan manusia bukan kali ini saja terjadi. Namun, matinya hewan dilindungi tersebut menjadi perhatian khusus dari beberapa kalangan. Termasuk Periset Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Fikom Universitas Padjajaran (Unpad) Herlina Agustin.


Herlina mengatakan ada beberapa penyebab yang menimbulkan konflik macan dengan manusia. Salah satunya adalah turunnya macan dari habitat asli ke pemukiman warga.

Biasanya, kata Herlina, macan yang turun ke pemukiman warga disebabkan karena dua hal, yakni ketersediaan makanan di habitat asli dan keberadaan macan lain yang memaksanya pergi dari dalam hutan.

"Mengapa satwa ini sampai masuk ke pemukiman, apakah betul tidak ada lagi makanan di habitatnya sampai masuk ke pemukiman," kata Herlina saat dihubungi detikJabar melalui sambungan telepon, Selasa (13/9/2022).

"Atau bisa lihat, apakah macan ini jantan, kalau jantan mungkin di habitatnya ada macan jantan lagi sehingga dia kalah dan harus keluar (hutan)," sambungnya.

Herlina mengungkapkan, sangat mungkin ketersediaan makanan di habitat macan habis lantaran masih maraknya aksi perburuan babi hutan yang saat ini merajalela.

Namun meski macan masuk ke pemukiman karena beberapa faktor tadi, Herlina menjelaskan sangat kecil kemungkinan macan akan menyerang manusia secara langsung jika tidak ada perilaku berbahaya yang mengancam macan tersebut.

"Jadi macan ini kan nggak serta-merta nyerang manusia 3 orang nggak kan, pasti awalnya ketika ketemu manusia dia menghindar. Dia menyerang karena merasa terancam," tegasnya.

Oleh sebab itu, mengenai peristiwa yang terjadi di Sumedang, Herlina ingin agar kronologi awal tiga warga yang diserang macan kumbang diungkap sesuai fakta. Sebab menurutnya, sifat asli macan akan menghindar jika melihat manusia apalagi macan tersebut masih termasuk anakan.

"Sekarang bisa menyerang 3 petani ini bagaimana kronologinya. Katanya kan dipiting dan ditenggelamkan. Mereka kan tahu macan itu dilindungi, kalau dipiting dan ditenggelamkan ada upaya ingin membunuh," ujar Herlina.

Masih kata Herlina, peristiwa yang membuat macan kumbang mati karena ditenggelamkan oleh warga itu harus jadi perhatian semua pihak.

"Ini harus jadi perhatian semua pihak baik dari sisi keamanan ternak dan manusianya dan keamanan macan yang masuk ke pemukiman. Buat saya jadi dua hal yang signifikan untuk kemudian ditelaah lebih lanjut sebenarnya ada apa, apa yang terjadi disana," ucapnya.

"Masih ada hal yang menurut saya belum terbuka, jadi ayo dong dibuka apasih yang terjadi sebenarnya. Macan itu cenderung menghindar saat melihat manusia, itu perilaku alami satwa liar," ujarnya.

(bba/mso)