Mati Usai Serang Tiga Warga, Macan Kumbang Sumedang Jalani Nekropsi

Mati Usai Serang Tiga Warga, Macan Kumbang Sumedang Jalani Nekropsi

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 11 Sep 2022 20:51 WIB
Penampakan mayat macan kumbang yang serang warga.
Penampakan mayat macan kumbang yang serang warga. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat telah membawa bangkai macan kumbang yang mati usai menyerang dan berduel dengan tiga warga Desa Tegalmanggung, Sumedang.

Kepala BBKSDA Jabar Irwan Asaad mengatakan bangkai macan kumbang tersebut dibawa ke Zoological Garden untuk dilakukan pemeriksaan.

"Pengamanan dan pengangkutan macan (kumbang) tutul yang mati ke Bandung Zoological Garden dibantu oleh MMP untuk dilakukan nekropsi (pemeriksaan penyebab kematian). Nekropsi sedianya akan dilakukan hari hari Senin, 12 September 2022," kata Irwan Asaad dalam keterangan tertulis yang diterima detikJabar, Minggu (11/9/2022).


BBKSD Jabar juga melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal tidak jauh dari kawasan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBGMK) untuk menghindari konflik dengan hewan buas.

"Sosialisasi penanganan perjumpaan dengan macan tutul sebagai upaya untuk meminimalkan konflik manusia-satwa liar," ujarnya.

Sosialisasi ini juga diharapkan agar kejadian serupa tidak terulang demi kelestarian macan tutul yang ada di kawasan TBGMK.

"Peningkatan kepedulian terhadap kelestarian satwa macan (kumbang) tutul, sehingga dapat hidup berdampingan dengan manusia," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa warga diserang macan tutul bermula saat tiga warga, yakni Udes Saepudin (32), Adi (38) serta Didin (52) sedang bekerja di sebuah kebun alpukat pada Rabu (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepala Desa Tegalmanggung Cecep Ali Hasan mengatakan, serangan macan kumbang itu berawal saat seorang warga tengah berada di kebun. Tiba-tiba, warga itu melihat seekor macan kumbang yang tanpa disangka-sangka langsung menyerangnya.

Saat satu warga sedang diserang, datang warga lainnya yang mencoba untuk membantu. Namun dua warga itu tak berdaya melawan tenaga dari sang macan.

"Kronologinya si warga itu lagi berkebun, pertama satu orang. Kemudian tiba-tiba ada seekor macan, dan langsung nyerang warga. Kemudian datang satu warga lagi ngebantu, diserang juga kena. Datang lagi satu orang, diserang lagi," katanya Jumat (9/9/2022).

Meski telah menyerang tiga warga, namun macan kumbang itu tak kunjung pergi. Macan itu justru semakin ganas menyerang.

Cecep menceritakan, ketiga warga akhirnya mencoba melawan dengan memiting leher macan tersebut dan menenggelamkannya ke dalam air.

"Nah si macan lehernya dipiting lah sama warga itu terus diceburin ke air di tenggelemin, soalnya kuat banget katanya jadi sempat berkelahi dengan dua warga. Setelah diceburin ke air macannya mati," ujarnya.

(wip/iqk)