Sejarah Uang Tertua di Indonesia, Sudah Ada Sejak Abad ke-9

Sejarah Uang Tertua di Indonesia, Sudah Ada Sejak Abad ke-9

Tim detikFinance - detikJabar
Senin, 12 Sep 2022 02:00 WIB
Uang kuno banyak diburu untuk kebutuhan mahar atau kolektor. Jika anda ingin mendapatkanya, datanglah ke kawasan pertokoan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Ilusrasi uang kuno (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Pada era kekinian, rupiah selalu digunakan masyarakat Indonesia sebagai mata uang untuk bertransaksi. Rupiah pun menjadi uang yang merupakan alat pembayaran penting untuk perputaran ekonomi.

Namun ternyata, di Indonesia, rupiah bukanlah mata uang pertama yang digunakan. Ada beberapa alat tukar yang pernah dipakai, mulai dari emas, potongan kain, perak sampai uang kertas yang saat ini paling populer.

Dilansir detikFinance, uang kuno yang paling tua dan pernah digunakan di Indonesia ada berbagai macam. Dari informasi Museum Bank Indonesia (BI) disebutkan ada uang era Kerajaan Nusantara.


Jadi sebelum mengenal uang sebenarnya masyarakat menggunakan benda alam seperti produk pertanian, peternakan dan produk kerajinan sebagai alat tukar yang dikenal dengan istilah barter.

Kemudian dalam perkembangannya, digunakan alat barter dengan jenis yang lebih tahan lama, seperti garam, batu, manik dan logam.

Nah pada kerajaan Hindu-Buddha alat pembayaran mulai mengalami kemajuan, terutama dari bahan dan desainnya. Di Jawa, alat pembayaran sudah terbuat dari logam emas dan perak. Mata uang tertua dibuat sekitar abad ke-9 yang disebut Krishnala atau Uang Ma dari Mataram Kuno.

Sedangkan dari Majapahit menggunakan uang Gobog yang terbuat dari tembaga dan meniru kepeng Cina yang diperkirakan beredar pada abad ke-14 sampai abad ke-16. Selain alat pembayaran, uang ini kemudian digunakan sebagai benda keramat.

Pada masa ini perdagangan dengan kerajaan-kerajaan lain termasuk China, India, dan berbagai kerajaan Islam juga sudah mulai terjadi. Pada era perdagangan yaitu 1511-1816 juga banyak uang-uang yang digunakan untuk bertransaksi, mulai dari Real Spanyol, Stuiver, Duit, Dukaton, dan Ropij Jawa.

Selanjutnya pada masa kolonial Belanda pada periode 1816-1942 diketahui bahwa uang-uang gulden baik koin maupun kertas yang digunakan sebagai alat pembayaran, diterbitkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dan De Javasche Bank.

Mulai banyak uang kertas dengan pecahan dan ukuran yang berbeda. Tak cuma uang ada juga token perkebunan yang diterbitkan dan digunakan saat itu.

Saat era kolonial, Belanda menerbitkan uang kertas di Batavia bergambar Ratu Wilhemina. Dengan pecahan 1 gulden. Kemudian ada juga gulden dengan gambar wayang orang yang diterbitkan pada 25 November 1938.

Hingga pada era pemerintahan Jepang juga menerbitkan uang kertas pecahan 1 cent periode 1942-1945. Kemudian ada juga uang Dai Nippon Teikoku Seihu Sepoeloeh Roepiah bergambar Gatot Kaca.

Artikel ini telah tayang di detikFinance dengan judul Ini Mata Uang Tertua di RI, Sudah Ada Sejak Abad ke-9. Baca selengkapnya di sini.

(ral/iqk)