Vaksin COVID-19 Hirup Diklaim Lebih 'Tangguh' dari Suntik

Kabar Internasional

Vaksin COVID-19 Hirup Diklaim Lebih 'Tangguh' dari Suntik

Tim detikInet - detikJabar
Kamis, 08 Sep 2022 00:30 WIB
Virus variant, coronavirus, spike protein. Omicron. Covid-19 seen under the microscope. SARS-CoV-2, 3d rendering
Ilustrasi COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Naeblys)
Jakarta -

Vaksin COVID-19 terus dikembangkan. Teranyar, vaksin COVID-19 non-suntikan sudah disetujui di China.

Pihak produsen mengklaim vaksin COVID-19 ini memberi kekebalan lebih baik terhadap virus. Bahkan, pemberian vaksin ini cukup dengan satu dosis saja.

Vaksin ini dinamai Convidecia Air dan dibuat CanSinoBIO. Penggunaannya pun antiribet. Cukup dengan dihirup melalui hidung dalam satu napas.


Dikutip dari detikINET, CanSino mengklaim Convidecia Air diterima untuk uji klinis pada Maret 2021. Hasilnya menunjukkan respons kekebalan kuat terhadap tubuh.

Vaksin ini akan menjadi vaksin virus Corona tanpa jarum pertama yang menjangkau publik. Produsennya menyatakan bahwa vaksin non-invasif memberikan perlindungan tiga kali lipat terhadap COVID-19, dan bahwa rantai pasokan global mereka, yang dibuat saat memproduksi vaksin suntik, memungkinkan untuk memproduksi Convidecia Air dalam skala besar.

Dikutip dari IFL Science, Rabu (7/9/2022) Convidecia Air kini digunakan di China sebagai booster untuk orang-orang yang telah menerima vaksin suntik pertama hingga ketiga.

Kabar ini datang di tengah persiapan sebelum vaksin hidung disetujui untuk penggunaan secara terbatas di India. Vaksin hidung di India, akan digunakan dalam situasi darurat untuk mengurangi viral load dengan cepat.

Vaksin aerosol sendiri dapat mengakses permukaan jaringan yang dijajah SARS-CoV-2, terutama saluran hidung dan tenggorokan, berpotensi meningkatkan kekebalan dan penghambatan penularan.

Vaksin penguat untuk musim dingin yang akan datang mungkin menjadi kunci dalam memerangi naiknya kasus COVID-19, yang diprediksi oleh banyak ilmuwan saat musim panas berakhir.

Sedangkan saat ini, Inggris meluncurkan kampanye booster dewasa dalam upaya untuk melindungi kekebalan tubuh yang berkurang. Sebab bagi kebanyakan orang, sudah lewat berbulan-bulan lamanya sejak vaksinasi terakhir mereka, dan itu bisa menurunkan tingkat imunitasnya.

Artikel ini telah terbit di detikInet dengan judul Pertama di Dunia, China Setujui Vaksin COVID-19 yang Dihirup.

(orb/orb)