Mahasiswa Rentan Alami Stres dan Depresi, Ini Penyebabnya

Mahasiswa Rentan Alami Stres dan Depresi, Ini Penyebabnya

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 07 Sep 2022 11:22 WIB
Young pretty crazy woman addicted to strong drugs
Ilustrasi (Foto: ilustrasi/thinkstock).
Bandung -

Pasien gangguan jiwa di Kota Bandung mencapai 37.497 orang pada 2021. Mahasiswa dinilai salah satu kelompok rentan yang mengalami masalah kejiwaan, seperti stres dan depresi.

Ahli kesehatan jiwa RSIA Limijati Elvine Gunawan mengatakan masa transisi usia anak-anak, remaja hingga dewasa yang memiliki sejumlah tanggung jawab. "Jadi, sangat (rentan). Isunya banyak. Soal masalah keluarganya karena sering kali dituntut juga tanggung jawab sebagai orang dewasa, dan tugas hingga tuntutan akademik," kata Elvine kepada detikJabar, Rabu (7/9/2022).

Lebih lanjut, masalah lainnya yang muncul pada mahasiswa adalah soal ekonomi dan bullying atau perundungan. Hal ini kerap menjadi pemicu stres muncul.


"Stigma terhadap kesehatan jiwa ini sering kali menyebabkan pasien terlambat mengakses layanan kesehatan. Terutama pada anak remaja, karena tidak semua orang tua paham isu ini," ucap Elvine.

Elvine yang juga aktif di organisasi Ruang Empati itu juga menyampaikan hasil riset secara daring. Riset yang dilakukan Ruang Empati bersama FK UNJANI. Riset ini digelar pada Juni hingga September 2021.

Dari 3.901 mahasiswa yang menjadi responden, hanya 24 persen atau 933 orang yang normal atau tanpa gejala mental emosional (stres). Sementara itu, 45 persen responden alami stres ringan atau sebanyak 1.766 orang. Sebanyak 22 persen atau 861 responden stres sedang. Dan, 7 persen stres berat atau 267 orang.

Sementara itu, untuk hasil riset mengenai masalah depresi, dari 3.901 responden, sebanyak 1.018 mahasiswa alami depresi atau 26 persen dari total responden. Kemudian, 41 persennya atau 1.597 responden normal. Depresi ringan sebanyak 21 persen atau 799 responden. Depresi berat sebanyak 7 persen, atau 274 responden.

Begitupun penelitian soal anxiety, hasil tertinggi adalah mayoritas responden atau mahasiswa mengalami anxiety sedang yakni sebanyak 1.345 orang, atau 35 persen. Sementara itu, yang normal hanya 13 persen.

Salah seorang mahasiswa di Kota Bandung, Adil (21) mengaku pernah mengalami stres karena kondisi pandemi dan perkuliahan. Adil mengaku banyak tekanan, seperti kesehatan keluarga, karena salah satu keluarganya bekerja di RS. Selama pandemi, ia tinggal di kompleks perumahan RS.

"Jadi risiko tertular gede. Ada yang komorbid juga,. Terus di tengah tekanan itu masih harus tanggung jawab kuliah," kata Adil.

Adil mencoba menghilangkan rasa stresnya dengan berkegiatan. Ia terus mencari kegiatan yang membuat lupa tekanan yang dialaminya.

(sud/mso)