Warga mengeluhkan gelapnya sejumlah ruas jalan di Kota Bandung saat malam hari. Ini disebabkan jumlah penerangan jalan di Kota Bandung saat ini masih belum ideal.
Kondisi demikian membuat Bandung yang juga dikenal sebagai smart city tetap dilanda poek alias gelap saat malam hari. Penerangan hanya mengandalkan lampu dari kendaraan yang melintas di jalanan yang 'miskin' lampu penerangan.
Menurut Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Panji Kharismadi, saat ini total penerangan jalan umum (PJU) terpasang di 49 ribuan titik. Dari hasil kajian, jumlah PJU di Kota Bandung idealnya lebih dari 60 ribuan titik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Idealnya 69 ribuan. Kondisi sekarang itu baru 49 ribuan titik, jadi sekitar 20 ribuan titik kurangnya," kata Panji kepada detikJabar, Kamis (1/9/2022).
Panji mengatakan dari 49 ribuan lampu penerangan jalan itu, sekitar 3.000 merupakan penerangan lampu lingkungan (PLL). Lampu lingkungan ini berada luar ruas jalan umum atau di ruas jalan yang lebarnya kurang dari empat meter.
"Kekurangan 20 ribuan itu mayoritas dibutuhkan untuk lampu lingkungan. Kalau jalan umum butuh 3.400 titik," ucap Panji.
Sebelumnya, warga yang mengeluhkan kondisi lampu penerangan jalan di Kota Bandung. Hendra (40) mengaku terbiasa dengan gelapnya Bandung saat malam hari. Hendra sendiri kerap pulang kerja malam hari.
"Kalau pulang kerja ada yang jadwalnya sekitar jam 21.00 WIB lebih. Kalau gelap pasti, ada khawatir juga ya," kata Hendra yang bekerja di salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung itu saat ditemui detikJabar di Jalan Babakan Siliwangi, Kamis (1/9/2022).
Hendra juga menceritakan Babakan Siliwangi jadi salah satu jalan yang sepi saat malam hari. Bahkan, lanjut dia, dikenal sebagai rawan. "Saya juga lewat Cipaganti, sama sepinya dan gelap juga," kata Hendra.
(sud/orb)