Upaya Pemkab Cianjur Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Ikbal Selamet - detikJabar
Sabtu, 27 Agu 2022 22:30 WIB
Bupati Cianjur Herman Suherman
Bupati Cianjur Herman Suherman (Foto: Yolanda).
Cianjur -

Pemerintah Kabupaten Cianjur jadikan tiga rumah sakit sebagai rumah sakit khusus ibu dan Anak. Hal itu dilakukan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang masih tinggi setiap tahunya.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan tiga rumah sakit itu, yakni RSUD Sayang, RSUD Cimacan, dan RSUD Pagelaran sudah ditetapkan menjadi rumah sakit ibu dan anak, dimana pelayanan bagi ibu dan anak ditingkatkan.

"Jadi sudah ditekankan, ketiga RS yang ditetapkan menjadi RS Ibu dan anak harus dapat meningkatkan pelayanan, mengupayakan semaksimal mungkin keselamatan ibu saat melahirkan beserta bayinya," ujar Herman, Sabtu (27/8/2022).


Herman mengatakan AKI dan AKB Cianjur masih tergolong tinggi. Selama periode Januari hingga Juli 2022, ibu meninggal mencapai 14 kasus dan angka kematian bayi mencapai 60 kasus.

"Pada tahun sebelumnya lebih tinggi, dimana kematian ibu mencapai puluhan kasus dan bayi lebih dari 100 kasus. Ini jadi perhatian kami, makanya dibentuk RS ibu dan anak, supaya penanganan ibu dan anak lebih maksimal," kata dia.

Menurutnya tidak hanya pelayanan yang ditingkatkan, RS ibu dan anak juga akan berfokus pada edukasi ibu agar anaknya tetap sehat hingga usia dewasa.

"Tidak hanya melayani secara prosedur yang sudah ditetapkan, tapi edukasi dan sosialisasi terkait kesehatan ibu dan anak juga dilakukan," kata dia.

"Jadi diharapkan dengan ditetapkanya tiga RS menjadi rumah sakit ibu dan anak, AKI serta AKB bisa diturunkan. Selain itu, kesehatan ibu dan anak pasca melahirkan bisa meningkat dengan edukasi pemenuhan gizi," ujarnya.

(mso/mso)