Tangis Bu Menon Kala Kucing-kucing Mati Ditembak di Sesko TNI

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 18 Agu 2022 18:13 WIB
Kucing liar
Foto: Kucing liar (Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Kucing-kucing liar mati karena ditembaki di area Sesko TNI, Jalan R.A.A Martanegara, Bandung, Jawa Barat (Jabar). Pelaku diketahui merupakan perwira tinggi TNI berpangkat Brigjen. Mabes TNI mengumumkan inisial pelaku yaitu NA.

Kasus itu membetot perhatian publik, tidak terkecuali Kusmiati atau biasa disapa Bu Menon. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojol ini juga dikenal sebagai penyelamat kucing jalanan. Mendengar adanya kasus penembakan kucing, Bu Menon sangat prihatin.

"Melihat video itu ya miris banget yah. Kasihan kenapa harus diperlakukan seperti itu. Saya pikir kehidupan manusia itu berdampingan dengan binatang, kan ada cara lain," kata Bu Menon saat dihubungi detikJabar, Kamis (18/8/2022).


Bu Menon bahkan mengaku menangis saat menyaksikan video viral yang beredar di media sosial. Dalam video itu, perekam memperlihatkan bangkai-bangkai kucing yang mati ditembak.

"Menangis iya pasti lah. Kenapa sih harus begitu. Kondisinya begitu kaya jadi sasaran tembak. Di saat banyak yang ingin menyelamatkan kucing ada yang berbuat gitu, kenapa sih begitu," ungkapnya.

Sang Penyelamat Kucing dan Driver Ojol itu Bernama Bu MenonSang Penyelamat Kucing dan Driver Ojol itu Bernama Bu Menon Foto: Wisma Putra

Viralnya penembakan kucing itu juga terdengar oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Ia memerintahkan jajarannya untuk mengusut kejadian tersebut.

Hingga akhirnya, pelaku penembakan kucing-kucing di area Sesko TNI Bandung terungkap. Pelaku ternyata perwira tinggi TNI berpangkat Brigjen. Mabes TNI mengungkap penembakan kucing-kucing itu adalah ingin menjaga kebersihan.

Mengomentari hal itu, Bu Menon menegaskan seharusnya ada cara lain untuk mengusir kucing. Ia begitu mengecam penembakan yang dilakukan oleh pelaku.

"Katanya untuk membersihkan area Sesko (TNI) itu. Cuma kan caranya kenapa si harus begitu. Saya berharap ada hukum yang setimpal lah. Karena membersihkan nggak harus seperti itu kan," ujarnya.

Menurutnya juga, bangkai kucing-kucing malang itu telah dibawa ke Bogor untuk di autopsi oleh Rumah Singgah Clow. "Kemarin temen saya bawa bangkai kucing itu ke Parung Bogor untuk di autopsi. Dibawa sama Clow buat di autopsi," ujarnya.

Bu Menon juga menyampaikan pesan kepada masyarakat khususnya untuk yang tidak suka akan kucing.

"Imbauan untuk masyarakat, buat yang cuma suka kucing yah kalau sudah bosan jangan dibuang, hibahkan ke yang lebih kompeten merawat. Untuk yang benci jangan menyakiti karena manusia itu kan punya akal banyak cara buat mengusir, jangan menyakiti," ujar Bu Menon.

(bba/mso)