Kronologi Kucing Mati Ditembak di Sesko TNI Bandung

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 17 Agu 2022 18:21 WIB
Perekam menunjukkan luka diduga bekas tembakan pada bangkai kucing di area Sesko TNI, Bandung, Jabar.
Foto: Tangkapan layar video viral
Bandung -

Viral video sejumlah bangkai kucing tergeletak dengan kondisi mengenaskan diduga ditembak mati di area Sesko TNI Kota Bandung.

Kasus ini mulai ramai setelah diunggah salah satu rumah singgah hewan terlantar, Rumah Singgah Clow.

Salah seorang pengurus Rumah Singgah Clow Bandung mengaku mendapat laporan adanya kejadian penembakan terhadap kucing pada Selasa (16/8/2022) sore.


"Kejadian di dalam Sesko TNI. Kalau kata keterangan saksi mah sekitar setengah lima sore," kata MR saat dihubungi detikJabar, Rabu (17/8/2022).

MR mengaku langsung ke lokasi setelah mendapat laporan. MR mengatakan menurut penjelasan saksi, pelaku kesal karena terganggu dengan tingkah kucing yang mengambil makanan.

"Kebetulan pelakunya tidak mau berbagi, emosi. Dia tembak dan tak hanya kucing yang mengganggu. Jadi dia jalan keliling di wilayah Sesko dan tembak kucing lain. Itu laporan saksi," kata MR.

Selain itu MR mengatakan ada empat kucing yang mati dan dua lainnya mengalami luka. "Kita bawa ke Jakarta ada empat yang kondisinya tak bernyawa. Terus ada dua yang masih bertahan, sebagian lagi belum ketemu," kata MR.

Lebih lanjut, MR mengatakan dua kucing yang masih selamat itu terkena luka tembak di bagian kepala. Keduanya alami patah rahang.

"Mungkin masih ada sekitar tiga lagi. Jadi kucing yang ditembak itu ada banyak, nah yang di balik benteng itu aman, yang selamat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan pihaknya akan mengusut informasi kasus penembakan kucing di area Sesko TNI Bandung.

Dilansir detikNews, salah satu rumah singgah hewan terlantar mengunggah video sejumlah bangkai kucing dalam kondisi mengenaskan diduga ditembak mati di area Sesko TNI, Bandung.

"Saya telusuri sekarang. Saya sudah perintahkan tim hukum untuk telusuri berita di atas," tegas Andika kepada detikcom, Rabu (17/8/2022).

(sud/iqk)