Tapak Tilas Perjuangan Pahlawan di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar

Muhammad Fadhil Raihan - detikJabar
Rabu, 17 Agu 2022 12:42 WIB
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Foto: Muhammad Fadhil Raihan)
Bandung -

Sudah 77 tahun lamanya Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dari para penjajah. Kemerdekaan yang diperoleh Indonesia bukanlah suatu jalan yang mudah. Terdapat banyak kisah dan perjuangan rakyat merebut kemerdekaan tersebut.

"Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!" atau biasa disingkat Jas Merah adalah ucapan Presiden Pertama RI, Soekarno yang masih harus dipegang rakyat Indonesia untuk tidak melupakan sejarah para pahlawan.

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat adalah salah satu tempat untuk memegang Jas Merah tersebut. Monumen Perjuangan atau biasa disingkat Monju merupakan suatu tempat bersejarah yang menyimpan beribu kisah perjuangan para pahlawan di Jabar.


Monju berlokasi di Jalan Dipatiukur No. 48, Coblong, Kota Bandung, tepatnya di seberang kampus Unpad Dipatiukur. Secara lokasi, Monju berhadapan langsung dengan Gedung Sate dan memiliki latar belakang Gunung Tangkuban Perahu.

Monju diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, R. Nana Nuriana pada 23 Agustus 1995. Tujuan awal dibangunnya monumen ini adalah sebagai wadah informasi perjuangan rakyat Jabar.

"Monumen ini dibangun karena rakyat Jabar menginginkan tempat dan wadah untuk menginformasikan perjuangan rakyat Jabar," ucap Rikrik, salah seorang pemandu museum Monju yang ditemui di Monju, Selasa (16/8/2022).

Rikrik menceritakan bahwa Monju dibangun sebagai penghargaan jasa para pahlawan dari Jabar dan juga sebagai pewarisan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

Rikrik juga menceritakan tokoh di balik pembangunan Monju adalah arsitektur asal Bandung dari ITB, Slamet Wirasonjaya. Area Monju ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu area luar kawasan Monju memanjang sampai seberang Lapangan Gasibu. Ada juga area Plaza di mana tempat berdirinya monumen megah. Bagian terakhir adalah area dalam yang berisikan berbagai ruangan, seperti ruang museum, perpustakaan, ruang informasi, ruang diorama, dan ruang pemutaran film.

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa BaratMonumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat Foto: Muhammad Fadhil Raihan

Pada area Plaza, monumen yang dibangun memiliki filosofis mengenai sejarah kemerdekaan Indonesia. Pada bagian monumen terdapat lima rumpun bangunan menyerupai bambu runcing dengan tinggi 17 meter. Ada juga pilar penyangga di sekeliling monumen yang berjumlah delapan, dan lingkaran lantai monumen dengan diameter 45 meter. Pada bagian bawah monumen juga terdapat 17 anak tangga. Beberapa bagian monumen tersebut melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia, yaitu 17-8-45 atau 17 Agustus 1945.

Pada sisi kanan dan kiri bagian dalam monumen juga terdapat relief yang memanjang. Relief tersebut berisikan kisah-kisah perjuangan rakyat Jabar, mulai dari masa kerajaan sampai masa mempertahankan kemerdekaan. Rikrik menceritakan relief tersebut dibuat oleh perupa Sunaryo.

Kemudian masuk ke bagian dalam Monju terdapat beberapa ruangan yang banyak mengandung nilai sejarah. Pada ruangan museum, terdapat barang-barang koleksi yang berkaitan dengan perjuangan, seperti seragam pejuang, senjata, dan barang-barang bersejarah lainnya.

Kemudian pada ruangan diorama terdapat tujuh buah diorama yang masing-masingnya menceritakan kisah perjuangan rakyat Jabar. Berikut adalah tujuh diorama yang ada di Monju:

1. Diorama Perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa bersama rakyat menentang kolonial Belanda Tahun 1658
2. Diorama Partisipasi Rakyat Dalam Pembangunan Jalan di Sumedang
3. Diorama Perundingan Linggarjati 1946
4. Diorama Bandung Lautan Api 24 Maret 1946
5. Diorama Long March Siliwangi Januari 1949
6. Diorama Konferensi Asia Afrika di Bandung 1955
7. Diorama Operasi Pagar Betis (Operasi Bratayudha) 1962.

Kemudian pada ruangan informasi terdapat berbagai papan informasi yang menceritakan berbagai kisah perjuangan rakyat Jabar. Sementara itu, ada juga ruangan pemutaran film dokumenter bagi para pengunjung museum.

"Biasanya diputar kalau ada kunjungan rombongan, film yang diputar ada Film Bandung Lautan Api, Film Bojongkokosan, dokumenter Dewi Sartika, dan film lainnya," tambah Rikrik yang menjadi pemandu museum selama 10 tahun.

Pada ruangan terakhir, Rikrik menunjukkan ruang perpustakaan yang berisikan sekitar 6000 koleksi buku dengan 634 judul berbeda. Ruang perpustakaan ini mengoleksi berbagai jenis buku, mulai dari buku pariwisata, sejarah, karya umum, dan buku-buku lainnya.

Bertepatan dengan HUT ke-77 RI, penelusuran sejarah perjuangan rakyat Jabar di Monju dapat menjadi salah satu alternatif untuk kembali mengingat sejarah para pahlawan. Berbagai koleksi barang bersejarah dan gambaran kisah perjuangan dalam diorama dan relief cukup menggugah kenangan dari para pahlawan perjuangan di Jabar.

(iqk/iqk)