Waspada Penyebab Gagal Ginjal! Ini Cara Mengatasinya

Anindyadevi Aurellia - detikJabar
Rabu, 17 Agu 2022 08:51 WIB
Woman holding artificial model human kidney halves at white body with black. This artificial organ model is used for education in high school to learn students about biology. They learn about the human body and how our kidneys work. Our kidneys function as a filter for the blood circulation.
Ilustrasi ginjal. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ben-Schonewille
Jakarta -

Gagal ginjal adalah penyakit kronis yang mengganggu fungsi penyaring dan pembuangan organ tersebut. Kondisi ini berdampak buruk pada kesehatan dan produktivitas pasien, karena ginjal adalah organ yang sangat penting.

Penyakit ini tentu tidak bisa disepelekan dan patut diwaspadai. Berikut penjelasan detail seputar gagal ginjal dari dokter spesialis penyakit dalam Dr dr Indra Wijaya, M.Kes, SpPD-KEMD, FINASIM dari Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan, Banten

Apa Itu Gagal Ginjal?

Gagal ginjal adalah sebutan untuk penyakit yang ditandai hilangnya fungsi ginjal secara bertahap. Gagal ginjal bisa menyerang salah satu ginjal atau bahkan kedua ginjal, tergantung pada penyebabnya.


"Saat batu ginjal hanya menyerang pada satu ginjal, berarti hanya satu yang rusak. Tapi untuk penyebab sakit ginjal karena penyakit lain seperti autoimun, metabolic, atau peradangan, bisa berpotensi menyerang keduanya," kata dokter Indra.

Kerusakan pada ginjal berpotensi menyerang kedua organ ini jika sudah berkembang hingga stadium 4-5. Ciri penyakit ini antara lain pembengkakan pada kaki, perut, dan wajah akibat cairan yang menumpuk di bagian tubuh tersebut.

"Kemudian pasien cenderung lemas karena racunnya naik ke tubuh. Kadang mau muntah, sesak napas, tidak mau makan, lemas, dan bengkak itu sudah bisa dipastikan gejala gagal ginjal," katanya.

Stamina yang berkurang disebabkan racun yang terus menumpuk dalam tubuh. Racun tidak bisa dibuang karena kondisi ginjal yang rusak. Seiring peningkatan stadium gagal ginjal, gejala penyakit terlihat makin jelas pada pasien.

Penyebab Gagal Ginjal

Menurut dokter Indra, gagal ginjal umumnya disebabkan tiga hal yaitu:

1. Kondisi Metabolisme

Sebagai penyakit metabolik, gagal ginjal berawal dari buruknya kondisi metabolisme tubuh. Metabolisme adalah proses tubuh mengolah makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh menjadi energi.

Perburukan metabolisme tubuh hingga berujung gagal ginjal bisa disebabkan diabetes, hipertensi, atau batu ginjal akibat kerap pola hidup yang tidak sehat. Gagal ginjal menyerang bertahap sesuai perburukan metabolisme tubuh.

2. Inflamasi

Selain gangguan metabolik, peradangan ginjal karena obat-obatan tertentu atau infeksi tertentu yang menyebabkan peradangan juga berpotensi tinggi merusak ginjal. Sehingga kesehatan ginjal sangat dipengaruhi pada obat yang dikonsumsi.

3. Autoimun

Penyebab paling sering yakni dari autoimun seperti lupus. Kondisi autoimun merupakan penyakit ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat. Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan ginjal.

"Penyebab paling sering ditemui ada tiga, yakni penyakit metabolik seperti hipertensi, diabetes, dan asam urat yang tinggi. Kemudian adanya inflamasi atau peradangan ginjal akibat obat-obatan atau infeksi tertentu, dan terakhir yakni autoimun yang berpotensi menyerang sel sehat," tutur dokter penyakit dalam tersebut.

4. Kurang Minum Air Putih

Kurang minum air putih merupakan salah satu faktor yang berpotensi menjadi penyebab gagal ginjal. Dijelaskan oleh Indra, bahwa tubuh manusia sejatinya harus berada dalam status kondisi yang terhidrasi dengan baik. Dapat diartikan bahwa cairan tubuh harus cukup.

"Ginjal itu tugasnya penyaring ya, menyaring racun dan cairan yang pembuangannya melalui urine atau kencing. Otomatis ginjal tidak boleh kekurangan air agar kerja ginjal tak terganggu. Jika fungsi terganggu bisa menyebabkan gangguan ginjal dan mengubah warna urine," ujarnya.

Ia pun menyarankan untuk mengevaluasi warna urine saat buang air kecil. Jika berwarna putih jernih, bening, atau kuning muda, itu menandakan tubuh cukup cairan. Namun, jika sudah kuning pekat atau gelap seperti teh, ini kurang baik sebab artinya kurang cairan.

"Warna urine yang pekat tandanya kurang terhidrasi, jika dibiarkan terus-terusan maka ginjal bisa rusak. Meski memang warna urine juga bisa terdampak dari obat atau vitamin yang mungkin berwarna kuning, namun status hidrasi bisa dilihat saat urine dalam kondisi apa adanya, artinya saat tidak mengkonsumsi vitamin atau obat," terangnya.

5. Mengkonsumsi Minuman Berpemanis Buatan

Terlalu banyak mengkonsumsi minuman dengan pemanis buatan atau minuman kemasan juga dianjurkan untuk dihindari. Sebab, minuman ini memiliki kandungan gula tinggi dan zat tambahan lain yang bisa dipastikan tidak sehat.

Minuman-minuman ini nampaknya segar dan nikmat, namun itu hanya bertahan sementara. Efek panjangnya bisa berpengaruh pada ancaman diabetes atau kencing manis yang berpotensi merusak ginjal.

"Minuman sachet sebaiknya dibatasi saja. Satu sachet perhari saya rasa cukup. Untuk para pecinta kopi, kalau konsumsi black coffee bisa beri sedikit gula atau pakai gula jagung untuk pasien diabetes, boleh sampai 3 cup perhari," terang Indra.

6. Mengkonsumsi Makanan Tinggi Asam Urat

Penyebab gagal ginjal juga bisa dipengaruhi pola makan. Jika makanan mengandung asam urat dalam level yang tinggi, ini bisa berpotensi merusak ginjal atau membentuk batu ginjal.

Diakui oleh Indra, tidak sedikit penderita yang berujung sampai ke cuci darah. Sehingga pola makan juga tentu harus jadi perhatian. Hindari makanan seperti jeroan atau daging merah yang berlebihan.

"Jadi makanan tinggi asam urat sebaiknya dihindari seperti konsumsi daging merah berlebihan. Konsumsi garam berlebihan itu juga berpengaruh ke darah tinggi, padahal hipertensi juga mengganggu ginjal. Konsumsi manis yang berlebihan bisa memicu diabetes, juga akan mempengaruhi ginjal," kata Indra.

7. Genetik

Beberapa penyakit bawaan atau genetik, juga bisa menjadi salah satu penyebab gagal ginjal. Ada beberapa penyakit yang secara genetik membuat tubuh memproduksi asam urat tinggi. Ini menyebabkan fungsi pembuangan pada ginjal pun menjadi berkurang.

Cara Mengatasi Gagal Ginjal

Penyakit gagal ginjal merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Hal ini dibenarkan oleh Indra. Dijelaskan olehnya bahwa dokter memberi obat bukan untuk menyembuhkan ginjal, namun mencari penyebab dan mengobati penyebabnya.

Hingga kini, kondisi kronis pada ginjal mengharuskan penderita melakukan terapi cuci darah di luar tubuh (hemodialisa) atau transplantasi ginjal. Penanganan tersebut dilakukan dengan harapan paling tidak mengurangi tingkatan stadium, namun tidak bisa menyembuhkan sepenuhnya.

"Misalnya penyebabnya autoimun, obati autoimunnya. Darah tinggi, diobati darah tingginya. Nah ginjal hanya diberikan vitamin, tidak ada obat khusus untuk memperbaiki ginjal. Maka itu kenapa ujung-ujungnya ke cangkok dan cuci darah," ungkapnya.

"Sampai saat ini tidak ada obat untuk memperbaiki ginjal kembali ke awal. Penderita stadium 4 berubah ke stadium 3 bisa. Tapi balik ke normal sembuh tidak pernah bisa. Agak sulit memang menyembuhkan gangguan ginjal," ujarnya mengimbuhkan.

Jika penderita sudah terlanjur mengalami kerusakan ginjal kronis atau gagal ginjal, maka perlu dilakukan beberapa tindakan. Di antaranya adalah:

1. Cuci Darah (Hemodialisa)

Cuci darah dilakukan untuk menggantikan fungsi pada ginjal yang rusak. Sehingga fungsi-fungsi ginjal yang hilang digantikan oleh mesin. Cuci darah menjadi terapi utama untuk penderita gagal ginjal, yakni berfungsi untuk:

  • Membuang racun pada tubuh
  • Menstabilkan asam-basa atau pH pada darah
  • Mengontrol cairan agar tak menumpuk di tubuh.

2. Perhatikan Aturan Minum Air Putih

Orang yang terkena ginjal tidak boleh minum air putih terlalu banyak sebab akan menyebabkan pembengkakan. Penderita gagal ginjal hanya bisa minum maksimal 80cc per hari. Jika terlalu banyak akan memicu sesak napas dan bengkak juga kan.

"Sehingga salah satu obat ginjal untuk pasien yang bengkak pasti obatnya untuk memperlancar kencing, dikuras, jadi dia kencing terus supaya airnya bisa keluar," jelas Indra.

3. Makan dan Minum Dibatasi

Minum dan makan pun harus dibatasi. Tidak boleh makan yang asin, mengandung asam urat tinggi. Tidak boleh makan yang manis-manis, pantangan yang disebutkan pun cukup banyak. Ini yang menyebabkan penderita gagal ginjal perlu mendapat perhatian dari tim dokter penyakit dalam dan ahli gizi.

Detikers, itulah tadi informasi lengkap mengenai gagal ginjal terutama pada penyebab dan pengobatannya. Ternyata pada gagal ginjal hingga kini pengobatannya cukup rumit dan harus menguras banyak biaya. Mengingat bahayanya untuk tubuh, maka sayangilah ginjalmu, ya!



Simak Video "Ada Terduga Teroris, Standar Masuk MUI Dipertanyakan"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/row)