Pengelola Larang Pendakian Mandiri ke Puncak Gunung Puntang

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 16 Agu 2022 17:54 WIB
Pintu masuk menuju Gunung Puntang
Pintu masuk menuju Gunung Puntang (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Kabupaten Bandung -

Pengelola gunung Puntang melarang masyarakat yang hendak mendaki gunung tersebut sendirian menjelang hari kemerdekaan. Pendaki harus ditemani oleh tour guide.

Staff Wisata Gunung Puntang, Yanto Priatna (45) mengatakan saat ini memang pendakian ke puncak Mega gunung Puntang secara mandiri telah ditiadakan beberapa tahun yang lalu. Kata dia sebabnya adalah adanya peristiwa kebarakan.

"Pendakian mandiri sudah tidak boleh sejak 2019 saat kebakaran hutan di Malabar. Dulu peristiwanya adalah pas kemarau panjang lah pokonya. Terus kan setelah itu juga hujan terus-terusan datang," ujar Yanto saat ditemui detikJabar, Selasa (16/8/2022).


Pihaknya mengkhawatirkan usai kejadian tersebut jika ada yang melakukan pendakian bisa terkena longsor. Sehingga dimulai dari situ tidak ada pendakian secara mandiri lewat jalur Gunung Puntang.

"Jadi memang kan takutnya ada longsor atau apa kan. Makanya sejak itu ditutup aja pendakian secara mandiri," katanya.

Meski ada yang memaksa ingin melakukan pendakian, Yanto menuturkan para pendaki tersebut harus didampingi oleh pemandu dari warga sekitar. Setelah itu bisa melakukan pendakian.

"Kalau ada yang maksa, ya kami sarankan bisa pakai pemandu lokal yang ada di sini, yang udah paham jalur di lokasi tersebut. Terus yang perlu ditegaskan adalah gak bisa camping di atas puncak Mega gunung Puntang. Jadi pergi subuh, terus sorenya pulang lagi," jelasnya.

Dia menuturkan saat melakukan pendakian bersama pemandu lokal bisa dikenakan biaya sebesar ratusan ribu. Namun, kata dia harga tersebut bisa dilakukan nego kembali.

"Harga buat pemandunya biasanya Rp 350 ribu. Tapi itu bisa kurang lagi kalau ada nego dari pendaki dan pemandunya," ucapnya.

Yanto mengungkapkan masih ada pendaki yang nakal menggunakan jalur-jalur lain menuju puncak Mega gunung Puntang. Sehingga hal tersebut tidak dapat termonitor oleh dirinya.

"Memang kalau ada yang nakal mah suka ada yang mendaki lewat jalur lain, kaya lewat Arjasari, terus lewat Banjaran juga ada. Tapi kan kita juga gak bisa monitor. Setelah ramai ada yang hilang, baru kita bantu evakuasi," kata Yanto.

"Memang sebaiknya ya lewat sini, biar termonitor. Kalau lewat jalur lain kan gak ada pengawasannya," tambahnya

Dia menambahkan saat ini yang diperbolehkan masyarakat untuk melakukan camping adalah di area camping ground gunung Puntang. Dengan Harga Tiket Masuk (HTM) yang relatif murah.

"Iyah sekarang kalau mau camping ya paling di Puntang di sini. HTM per orangnya cuma Rp 35 ribu per malam. Kalaupun mau rekreasi aja ke sini bisa, HTM-nya Rp 25 ribu per orangnya," jelasnya.

Yanto menuturkan saat ini gunung Puntang terdapat belasan ground yang bisa dipakai masyarakat untuk camping. Sehingga masyarakat bisa bebas memilih lokasi area camping.

"Di sini ada sekitar 17 ground camping. Bebas mau di mana juga bagi yang mau camping. Tapi kalau ada beberapa area ground telah dibooking untuk kegiatan, atau apa, ya itu berarti gak bisa di pakai camping," pungkasnya.



Simak Video "Serunya Perayaan HUT RI di Tabanan, Ada Sepeda Hias 'Tank Tempur'"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)