Catat! Lomba Panjat Pinang dan Pawai Agustusan Dilarang di Bandung

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 16 Agu 2022 15:29 WIB
Seorang peserta mengibarkan bendera merah putih saat berhasil memanjat pohon pinang dalam lomba panjat pinang kemerdekaan di Kelurahan Langkai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (13/8/2022). Acara perlombaan tersebut berlangsung dalam rangka memeriahkan dan menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/aww.
Foto: Ilustrasi (ANTARA FOTO/Makna Zaezar).
Bandung -

Pemkot Bandung melarang warga menggelar lomba panjat pinang hingga pawai arak-arakan saat perayaan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2022. Pemkot beralasan kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kerumunan massa saat pandemi COVID-19.

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna menjelaskan pemkot tak melarang warga yang mau merayakan hari kemerdekaan dengan hal-hal positif. Namun untuk dua kegiatan itu, Ema imbau jangan digelar supaya kondisi pandemi tetap terjaga dengan kondusif.

"Jadi gini ya, harapannya sebetulnya hal-hal yang berkaitan dengan makna, nilai, kesakralan, itu silahkan dilaksanakan. Tetapi yang berkenaan dengan pawai, kami mohon itu untuk bisa menahan diri, itu untuk tidak dilaksanakan," kata Ema, Selasa (16/8/2022).


"Misalnya, biasanya terefleksikan dalam permainan-permainan yang sifatnya menghibur, misalnya panjat pinang. Nah itu saya pikir kan potensi bersentuhannya itu tidak mungkin tidak terjadi. Hal-hal yang semacam itu, jangan," tambahnya.

Ema menyebut, Pemkot mempersilakan warga jika ingin merayakan HUT RI dengan upacara kemerdekaan. Sebab menurutnya, upacara kemerdekaan mengandung makna yang bisa direfleksikan oleh warga saat hari kemerdekaan.

"Kan bisa digantikan dengan kegiatan yang lain," tuturnya.

Nantinya, kata Ema, aparat kewilayahan seperti lurah dan camat bakal ditugaskan untuk mengawasi kegiatan warga. Apalagi, lurah dan camat tidak diwajibkan untuk mengikuti upacara di Balai Kota Bandung pada esok hari.

"Dan kami pun mengarahkan kepada seluruh perangkat di Kota Bandung. Karena nanti pada hari H ini kan tidak ikut upacara di sini, tapi memimpin penyelenggaraan upacara di wilayah kerja masing-masing dan itu menjadi bagian menginformasikan dan juga mengedukasi masyarakat bahwa pandemi masih terjadi," tuturnya.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana menambahkan, pawai dan panjat tebing itu dilarang karena bisa berpotensi menimbulkan kerumunan warga. Ia pun berharap warga bisa mengisi kegiatan yang positif pada hari kemerdekaan dan tetap menjaga prokes COVID-19.

"Sebaiknya jangan dulu lah ya, kan ada interaksi. Silahkan merayakan hari kemerdekaan tapi sebagai kegiatan positif dengan tetep protokol kesehatan," ujarnya.

(ral/mso)