Kota Sukabumi

Cerita Petugas Damkar Lepas Cincin dari Mr P: Kaget dan Agak Gugup

Siti Fatimah - detikJabar
Selasa, 16 Agu 2022 14:32 WIB
Petugas Damkar yang bantu lepaskan cincin dari Mr P pria di Sukabumi.
Foto: Petugas Damkar yang bantu lepaskan cincin dari Mr P pria di Sukabumi (Siti Fatimah/detikJabar).
Sukabumi -

Rasa gugup diungkapkan petugas pemadam kebakaran Kota Sukabumi saat harus melepaskan cincin yang terpasang pada alat kelamin seorang pria berinisial DL (55).

Para petugas mengaku merasa kaget dan gugup karena baru pertama kali harus menjalankan tugas melepaskan cincin titanium dari alat kelamin pria. Diketahui, laporan itu disampaikan ke Damkar usai terjadi pembengkakan pada alat kelamin pria.

"Kaget awalnya, agak gugup dan grogi juga mendengar berita cincin masuk ke 'anu' nya. 'Anu' nya itu apa gitu kan, anunya laki-laki. Waktu itu saya lagi tugas piket dan dapat telepon dari keluarga sana," kata Adera Rizky selaku Pelaksana Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Kota Sukabumi, Selasa (16/8/2022).


Adera mulanya mengaku heran karena kasus yang biasa ditangani itu cincin tersangkut dijari atau anting yang sulit dibuka. Bahkan, pada saat kejadian itu ia menyangka kasus yang dilaporkan ada banjir karena cuaca sedang turun hujan.

"Kirain pertama laporan banjir karena hujan. Nah ternyata kasus ini biasanya di tangan, atau kalau cewel anting susah dilepas. Ini anehnya di situ. Umurnya sudah dewasa dan belum menikah," sambungnya.

Dia mengatakan, sebelum ditangani oleh Damkar, korban sempat dibawa ke RSUD Syamsudin dan dirujuk ke RS di Bandung. Namun, akhirnya menghubungi Damkar untuk dibantu evakuasi.

"Kita suruh ke sini dia nggak mau, dijelasin dia udah ke RS sini nggak ada yang sanggup malah rekomendasi ke Bandung buat lepasin itu. Kita ke sana 4 orang bagian center, pegang alat gurinda mini, satu lagi bagian semprot cairan biasa dan satu lagi mendokumentasikan (atas izin keluarga korban)," ujarnya.

Selama proses evakuasi, petugas sempat mengalami kesulitan. Korban, kata dia, tidak dapat diam karena khawatir terkena alat pemotong cincin.

"Kesulitannya untuk orangnya nggak mau diam saat dievakuasi. Takut kena potong orangnya, padahal di situ kita safety, pakai sarung tangan, pakai penghalang juga. Nggak sampai setengah jam sekitar 10 menit sudah lepas," kata dia.

(mso/mso)