Doa dan Harapan di Lokasi Pemakaman Mukti Mukti

Nur Azis - detikJabar
Selasa, 16 Agu 2022 13:44 WIB
Suasana pemakaman Mukti Mukti.
Suasana pemakaman Mukti Mukti. (Foto: Nur Azis/detikJabar)
Sumedang -

Suasana duka menyelimuti pemakaman penyanyi Hidayat Mukti bin Kayat Suseta atau yang populer disapa Mukti Mukti di Dusun Pasirlaja, Desa Cijeruk, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Selasai (16/8/2022).

Jenazah almarhum tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 09.20 WIB. Sebelum dimakamkan, jenazah sempat disalatkan terlebih dulu oleh para pelayat yang belum menshalatkannya.

Prosesi pemakaman dilaksanakan tepat pukul 10.00 WIB. Tampak di sana, istri dan keempat anaknya di antara ratusan sahabat, teman, pun handai taulan yang terus berdatangan mengiringi almarhum menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya.


Beberapa orang yang datang tidak mampu menyembunyikan rasa kehilangan saat jenazah dimasukan ke liang lahat. Isak tangis pun samar-samar terdengar di sekeliling pusara almarhum.

Sahabat dekat almarhum, Sapei Rusin mengatakan, ia terakhir berkomunikasi dengan almarhum pada saat sebelum almarhum masuk ke rumah sakit.

Saat itu, sambung Sapei, almarhum masih sempat menanyakan terkait kabar sahabatnya, yakni Pak Suhdin, seorang petani di Garut yang ditersangkakan serta ditahan polisi.

"Di tengah kondisinya yang sedang drop dia masih menanyakan seorang petani di Garut yang sedang menghadapi kriminalisasi, itu komunikasi terakhir dengan saya," ungkapnya kepada detikjabar seusai prosesi pemakaman.

Sapei melanjutkan, semasa hidup, almarhum menamai dirinya sebagai korelator atau sebagai penghubung antarteman. Terkait hal itu, pesan terakhir yang disampaikannya pun agar tetap menjaga pertemanan.

"Di tengah kondisinya yang sedang sakit pun dia masih memikirkan teman-temannya, pesan beliau itu agar selalu tetap terhubung dengan teman yang lain," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Sapei pun menyampaikan permohanan maaf mewakili almarhum jika semasa hidupnya melakukan kesalahan atau kekhilafan khususnya kepada teman-temannya, umumnya kepada masyarakat luas.

"Namanya manusia hidup pasti ada kesalahan dan kekhikafan mohon diikhlaskan," ungkapnya.

Selain itu, ia pun menyampaikan harapan dari almarhum yang selama ini dikenal sebagai orang yang berjuang melalui musik.

"Mukti berharap teman-temannya dapat meneruskan apa yang dia perjuangkan dan dicita-citakannya selama ini," ucapnya.

Lantunan doa serta rangkaian dan taburan bunga menjadi penutup dalam prosesi pemakaman bagi sang penyanyi balada tersebut.

Sebelumnya, penyanyi Hidayat Mukti bin Kayat Suseta atau yang populer disapa Mukti Mukti meninggal dunia di usianya menginjak 55 tahun.

Pelantun lagu 'Menitip Mati' itu meninggal di Rumah Sakit Borromeus Bandung, Senin (15/8/2022) setelah menjalani perawatan selama satu tahun akibat beberapa penyakitnya.

Mukti Mukti merupakan penyanyi beraliran balada asal Bandung yang terkenal pada tahun 1990-an. Mukti kerap membuat sebuah lagu yang mengangkat isu-isu sosial di masyarakat.

Awal karier musik Mukti bermula sejak ia berkuliah di Fakultas Sastra Unpad pada tahun 1980-an. Kemudian karir musik Mukti bertahan selama kurang lebih 30 tahun.

Dalam kurun waktu tersebut Mukti menghasilkan karya yang akan terkenang di masyarakat. Lagu-lagu yang Mukti ciptakan kerap membawa pesan mengenai protes sosial, gerakan perlawanan, ataupun persoalan cinta berdasarkan pengalaman.

(orb/orb)