2 Penyebab Truk Sering Rem Blong, Ada Faktor Selain Kesalahan Pengemudi

Tim detikOto - detikJabar
Senin, 15 Agu 2022 22:30 WIB
Kecelakaan Maut di Cianjur Tewaskan 6 Orang, Ini Fakta-faktanya
Kecelakaan maut di Cianjur diduga karena truk mengalami rem blong (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Enam meninggal dunia dalam kecelakaan maut di 'jalur tengkorak' Bangbayang, Cianjur, Minggu (14/8/2022) siang.

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan di jalur tersebut. Namun diduga kecelakaan karena truk mengalami rem blong.

Saat kejadian truk bermuatan terigu melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur. Diduga kehilangan kendali, truk menabrak dua kendaraan di depannya dan beralih ke jalur berlawanan kemudian menabrak lima sepeda motor.


Dilansir detikOto, praktisi keselamatan berkendara Safety Driving Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan ada dua kemungkinan yang bisa membuat rem blong. Pertama dari faktor kendaraannya, kedua dari faktor pengemudinya.

"Maintenance yang tidak teratur dilakukan oleh pemilik/pengemudi, akibat budget atau kerja kendaraan yang berat. Maklum namanya truk sering dijadikan sapi perahan untuk cari dan cari duit terus kadang tanpa istirahat. Sekalipun (truk adalah) sebuah mesin, tetap butuh yang namanya istirahat," ucap Sony kepada detikcom, Senin (15/8/2022).

Faktor keduanya yaitu sisi pengemudi. Terkadang pengemudi salah dalam memahami teknik pengereman.

"Di dalam pengereman ada hal yang harus diperhatikan: bobot muatan, kondisi sepatu rem dan materialnya, kondisi permukaan jalan, kondisi cuaca, jarak aman pengereman, kondisi fisik pengemudi, cara mengerem dan lain-lain. Banyak sekali komponennya. Jadi tidak asal injak pedal rem terus pasti berhenti. Mungkin sekali dua kali aman, tapi dalam long trip pengemudi hrs lihat hal-hal di atas dan melakukan teknik pengereman yang disesuaikan," ujarnya.

Sony menyarankan agar tidak terjadi kecelakaan maut akibat rem blong lagi, perlu ada perbaikan di beberapa hal. Antara lain kesadaran dari pemilik kendaraan bahwa perawatan harus dilakukan teratur dan berkala. Begitu juga soal skill sopir yang harus ditingkatkan.

"Seharusnya pemilik SIM B itu grade-nya lebih tinggi, artinya sudah harus lebih paham teknik-teknik berkendara," sebutnya.

"Harus dilihat dari hasil investigasi, kalau ternyata akibat komponen rem truk yang minim perawatan, maka pemilik harus ikut menanggung hukumannya," katanya.

(iqk/iqk)