Kabar Nasional

Wujud Mobil Pertama Kepresidenan Hasil Rampasan dari Jepang

Tim detikOto - detikJabar
Minggu, 14 Agu 2022 19:30 WIB
Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) mengamati salah satu arsip yang dipamerkan pada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan RI di Sarinah, Jakarta, Sabtu (13/8/2022). Pameran tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.
Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan RI. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta -

Mobil Buick-8 dipamerkan di Gedung Sarinah, Jakarta dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Buick-8 dipamerkan bersama mobil-mobil kepresidenan lainnya dari era Soekarno hingga Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir detikOto, Buick seri ke-8 ini diketahui merupakan mobil kepresidenan pertama Republik Indonesia. Mobil ini digunakan Presiden Soekarno.

Di dunia, mobil ini hanya diproduksi sebanyak 1451 unit pada 1939, salah satunya masih ada di Indonesia. Buick-8 memiliki mesin berkapasitas sebesar 5.248cc.


Mobil ini sudah menggunakan mesin empat langkah yang memiliki 8 silinder dan 2 katup di setiap silindernya. Mobil yang menyandang nomor polisi Rep-1 ini juga memiliki perbandingan kompresi yang cukup prima, yaitu, 6.35:1.

Selain itu, mobil ini dapat mengeluarkan tenaga yang cukup mumpuni pada zamannya, yakni, dapat mencapai 141 hp pada 3600 rpm. Mesin memiliki perbandingan Bore X Stroke, 87.3 X 109.5.

Menilik sejarahnya, Buick-8 ini ternyata merupakan mobil hasil rampasan dari Jepang. Konon, Buick Eight tersebut adalah mobil 'terbagus' yang ada di Jakarta saat itu.

Mobil ini awalnya dimiliki Departemen Perhubungan Jepang. Dikutip dari Antara, sahabat Soekarno, Sudiro, mendekati sopir mobil Buick Eight yang sedang istirahat. Dia merayu si sopir untuk memberikan kunci mobil kepadanya.

Pegangsaan Timur No. 56. Sejak itu, mobil limosin Buick Eight digunakan untuk pelaksanaan tugasnya sebagai presiden.

Kepala Biro Umum Sekretariat Presiden Erry Hermawan mengatakan mobil yang telah berusia 83 tahun itu itu masih terawat dengan baik dan dapat beroperasi. "Ini masih bisa jalan," ujarnya dikutip Antara.

(ral/orb)