Viral Arogansi Senior ke Maba Unsil, Ini Penjelasan Kampus

Faizal Amiruddin - detikJabar
Sabtu, 13 Agu 2022 17:28 WIB
Video kegiatan orientasi mahasiswa baru Universitas Siliwangi Tasikmalaya (Ombus) yang menampilkan arogansi mahasiswa senior terhadap mahasiswa baru.
Video kegiatan orientasi mahasiswa baru Universitas Siliwangi Tasikmalaya (Ombus) yang menampilkan arogansi mahasiswa senior terhadap mahasiswa baru. (Foto: tangkapan layar viral)
Tasikmalaya -

Jagat maya dihebohkan dengan cuplikan video kegiatan orientasi mahasiswa baru Universitas Siliwangi Tasikmalaya (Ombus) yang menampilkan arogansi mahasiswa senior terhadap mahasiswa baru.

Di rekaman video kegiatan ospek itu tampak dua orang mahasiswa senior membentak-bentak barisan mahasiswa baru yang memasuki kampus. Meski tak terlihat adanya kontak fisik, namun arogansi senioritas itu banjir komentar di media sosial.

Kecaman dialamatkan kepada dua orang mahasiswa yang membentak, terutama seorang mahasiswa yang membentak tepat di depan wajah adik kelasnya itu.


Sejak diunggah pada Kamis lalu, hingga akhir pekan ini video rekaman itu semakin meluas dan viral menuai ribuan komentar pengguna media sosial.

Dikonfirmasi mengenai video viral tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Siliwangi Tasikmalaya Asep Suryana mengatakan permasalahan mengenai video viral tersebut sudah diselesaikan.

"Alhamdulillah kemarin sore, orang tua dari salah seorang mahasiswa baru yang ada di video tersebut sudah bertemu dengan saya d rektorat, kami sudah membicarakannya dan sudah saling memahami dan memaafkan," kata Asep, Sabtu (13/8/2022).

Asep menegaskan tidak ada aksi kekerasan fisik di kegiatan Ospek mahasiswa baru tersebut.

"Tidak ada sama sekali kekerasan fisik, hanya sebatas yang terlihat di video itu," kata Asep.

Terlepas dari video viral tersebut, Asep mengaku sudah menekankan kepada mahasiswa senior atau panitia Ombus agar mematuhi aturan kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB).

"Saya sudah mengimbau dan menekankan agar laksanakan kegiatan ospek atau Ombus sesuai dengan aturan PKKMB dan kesepakatan yang sudah diputuskan," kata Asep.

Asep menjelaskan bahwa pelaksanaan PKKMB bertujuan untuk menjadi wahana penanaman 5 program gerakan nasional revolusi mental yaitu Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu.

"Penanggungjawab PPKMB adalah pihak kampus, jadi kami ingatkan agar mahasiswa senior tidak melakukan perpeloncoan baik kekerasan fisik maupun psikis," kata Asep.

(yum/yum)