Round Up

Cukur Paksa Guru Berujung Anak di Bandung Pindah Sekolah

Sudirman Wamad - detikJabar
Jumat, 12 Agu 2022 19:40 WIB
Video viral rambut siswa SD dipotong guru.
Viral rambut siswa dipotong guru (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Viral video di media sosial orang tua siswa protes kepada gurunya karena tak terima rambut anaknya anaknya dicukur semena-mena oleh oknum guru.

Video itu viral di salah satu platform digital. Dari pengamatan detikJabar pada Jumat (12/8/2022), seorang ibu terlihat memarahi guru yang ada di sekolah tersebut. Bahkan terlihat ibu dan sang guru saling sahut menjelaskan perihal maksud pemotongan rambut tersebut.

Anak tersebut diketahui merupakan siswa kelas 1 SD yang masih berusia 7 tahun. Hal tersebut yang membuat sang ibu tersebut geram. "Itu anak kecil Bu, anak 7 tahun kelas 1, ini aturan sekolah, saya nggak peduli, mana kepala sekolahnya," ucap ibu dalam video tersebut.


"Nggak ada nomer saya, tapi pagi sudah saya rapihin poninya sedikit, tapi saya terima oke, tapi dirapihin bu, bukan di kaya gituin," tambahnya.

Orang tua siswa itu menyayangkan tindakan guru. Meski guru sempat mencoba menjelaskan soal kejadian pencukuran tersebut.

"Ibu seorang guru, punya wibawa, tinggal WA saya 'Mama tolong udah ingatkan sama Zikri takut Zikrinya nggak nyampein, tolong itu rambutnya dirapiin', bisa Bu kayak gitu. Saya manusia Bu, itu anak 7 tahun baru adaptasi, baru beberapa minggu sekolah, udah dikayakgituin, gimana itu mental anak saya. Siapa yang potong rambutnya bawa sini," tegasnya.

DetikJabar mencoba menghubungi sang ibu yang bernama Reva tersebut. Dalam pengakuannya, Reva mengaku masalah tersebut telah selesai.

"Udah selesai urusannya," ujar Reva.

Pindah Sekolah

Reva mengatakan dirinya telah melaporkan kasus tersebut ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan anak (UPTD PPA) Kabupaten Bandung.

Selain itu, pada Kamis (11/8/2022), pihak kepolisian hingga kecamatan setempat juga telah mendatanginya. Dia menambahkan saat ini anaknya telah pindah ke sekolah lain. Meski begitu, Reva enggan menyebutkan sekolah anaknya saat ini dan sekolah sebelumnya.

"Sekarang udah pindah sekolah ke SD dekat daerah situ aja. Kalau SD-nya yang kemarin, saya nggak mau ngomongin sekolah mana-mananya. Yang penting masalahnya udah selesai," kata Reva.

Respons Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung Ruli Hadiana menyayangkan tindakan guru yang memotong rambut siswa SD dengan semena-mena. Apalagi hal tersebut dilakukan terhadap anak berusia 7 tahun.

"Saya menyayangkan adanya kejadian tersebut. Tapi sekarang kami masih melakukan koordinasi menangani hal itu," ujar Ruli kepada detikJabar selepas kegiatan Jumling di Masjid Al Ikhlas, Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jumat (12/8/2022).

Ruli menilai seharusnya guru tersebut bisa memperingatkan terlebih dahulu. Guru seharusnya bisa menyerahkan kepada orang tua siswa untuk memotong rambut tersebut.

"Tapi alangkah baiknya jika memang masih kecil, harusnya diperingatkan terlebih dahulu. Kalau kita kan sarankan dilakukan oleh orang tuanya, ya untuk dilakukan gunting rambut, dengan kondisi yang sesuai," katanya.

Ruli menjelaskan saat ini Disdik Kabupaten Bandung tengah mendalami kejadian tersebut. Apalagi jika hal tersebut bisa menimbulkan trauma.

"Kita akan melakukan pendalaman terlebih dahulu. Apa latar belakangnya, apa tujuannya, kan mungkin saja tujuannya bagus. Kalau memang membuat trauma, kita akan coba diteliti dulu yah kenapa-kenapanya," ucapnya.

Ruli berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali. Sehingga anak didik yang ada di Kabupaten Bandung pembelajarannya tidak terganggu.

"Iyah kan seharusnya nggak kayak gitu lah, banyak kan berdampak pada psikis juga. Kan seharusnya bisa dilakukan berbagai cara lah dalam mengkoreksi anak didik itu. Yang penting kan anak didik itu kondusif, dia tetap nyaman dengan sekolah, sehingga tujuan pendidikannya tidak terganggu," tuturnya.

(sud/iqk)