Menakar Peluang Tokoh Perempuan di Pilgub Jabar 2024

Sudirman Wamad - detikJabar
Sabtu, 13 Agu 2022 03:30 WIB
Ilustrasi Pilgub Jabar
Foto: Ilustrasi Pilgub Jabar. (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Bandung -

Sejumlah tokoh politikus perempuan mencuat dan diprediksi bakal meramaikan Pilgub Jabar 2024. Terbaru, Ketua DPW PAN Jabar Desy Ratnasari yang menyatakan siap untuk maju di Pilgub 2024.

Desy Ratnasari tak sendiri. Sebelumnya, Nama-nama tokoh perempuan lainnya juga sempat disebut-sebut punya peluang. Indonesia Strategic Institute (INSTRAT) sempat merilis 11 nama perempuan yang disebut berpeluang maju Pilgub, seperti Netty Prasetiyani dari PKS, yang juga merupakan istri dari mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Kemudian, ada Atalia Praratya, istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Selain Netty dan Atalia, nama lainnya adalah Bupati Karawang yakni Cellica Nurrachadiana.

Saat ini, ada empat tokoh perempuan yang disebut-sebut bisa meramaikan Pilgub Jabar. Hanya Atalia yang bukan dari parpol.


Kiprah politikus perempuan dalam pencalonan Pilgub Jabar memang tak banyak. Satu-satunya tokoh perempuan yang pernah maju di Pilgub Jabar adalah Rieke Diah Pitaloka. Politikus perempuan dari PDI Perjuangan itu maju sebagai calon gubernur pada Pilgub Jabar 2013. Rieke Dia Pitaloka berpasangan dengan Teten Masduki, yang kini menjabat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Rieke Diah dan Teten Masduki gagal menang. Pasangan ini bertengger di urutan kedua, yakni dengan perolehan 5.714.997 suara atau 28,41 persen. Kalah dengan pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar yang mendapat 6.515.313 suara atau 32,39 suara. Pilgub Jabar 2013 diramaikan empat pasangan.

Menurut pengamat politik Prof Karim Suryadi mengatakan selama ini belum ada perempuan yang pernah menjabat sebagai Gubernur atau Wakil Gubernur Jabar. Namun, lanjut Karim, kemunculan tokoh perempuan dalam percaturan politik di Jabar tak pernah dipersoalkan.

"Sosok artis juga, bisa berkata atau bisa tumbang (Pilgub Jabar). Akan sulit menilai peluangnya, jika belum ada peta persaingan," kata Karim yang juga Guru Besar Komunikasi Politik UPI kepada detikJabar, Jumat (12/8/2022).

Lebih lanjut, Karim mengatakan popularitas tak menjamin kemenangan di Pilgub Jabar. Hal itu dibuktikan dengan gagalnya Rieke Diah Pitaloka, kemudian tokoh lainnya yang berlatar belakang jendral maupun birokrat pun pernah gagal.

"Alih-alih popularitas semata, komposisi latar belakang yang saling memguatkan jauh lebih penting. Koaliasi yang bagus bukan sekadar menggabungkan dua ciri itu, melainkan melipatgandakan potensi elektoralnya," kata Karim.



Simak Video "24 Parpol yang Berkas Pendaftaran Pemilu Dinyatakan Lengkap oleh KPU"
[Gambas:Video 20detik]
(sud/dir)