Astakira: 5 TKI Cianjur Meninggal Selama 2022

Ikbal Selamet - detikJabar
Jumat, 12 Agu 2022 14:46 WIB
Sejumalh Pekerja Migran Indonesia (PMI) berada dilokasi Shelter BP2MI, Tangerang, Banten, Rabu (4/5/2022). Pemerintah melalui BP2MI membantu memfasilitasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia yang terkendala untuk pulang ke tanah air.
Ilustrasi Pekerja Migran (Foto: Grandyos Zafna)
Cianjur -

Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) menerima 75 laporan Pekerja Mirgran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cianjur bermasalah selama 2022. Bahkan lima diantaranya meninggal di negara penempatannya bekerja.

Ketua Astakira Kabupaten Cianjur Ali Hildan mengatakan kebanyakan TKI yang meninggal karena sakit. "Kebanyakan sakit, tapi mirisnya hal selama TKI itu bekerja tidak dibayarkan usai jenazah dipulangkan," kata dia, Jumat (12/8/2022).

Pada2021 pihaknya menerima 100 laporan sedangkan tahun ini mencapai 75 kasus. Beberapa permasalahan dialami para TKI seperti penganiayaan, gaji tak dibayar, overstay hingga kematian.


"Kebanyakan hal berupa gaji tidak dibayar dan overstay. Harusnya sudah pulang tapi tetap dipekerjakan tanpa perpanjangan dokumen," kata dia.

Ali menegaskan jika banyaknya kasus TKI bermasalah tersebut menjadi bukti jika masih banyak pemberangkatan TKI ke Arab Saudi. Padahal aturan moratorium pemberangkatan TKI ke 19 negara kawasan Timur Tengah masih diberlakukan.

"Kebanyakan TKI yang bermasalah itu bekerja di Timur Tengah. Jadi tidak secara langsung membuktikan jika pemberangkatan TKI Ilegal masih banyak," kata dia.

Ia mendesak pemerintah turun tangan dalam menyelesaikan masalah TKI asal Cianjur. "Meskipun pemberangkatannya ilegal atau nonprosedural, kami harap pemerintah turun tangan membantu. Karena berangkatnya mereka pun karena pengawasan yang tidak ketat dari pemerintah," kata Ali.

(iqk/iqk)