Heboh Video Party Remaja di Sukabumi, Ada Adegan Tak Senonoh

Siti Fatimah - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 19:36 WIB
ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom)
Sukabumi -

Video aksi remaja pria dan wanita sedang asyik berjoget di Sukabumi viral di media sosial. Video itu sempat diunggah oleh akun district666_ sebelum akhirnya dihapus.

Dilihat detikJabar, sebelum unggahan video itu muncul, terdapat flyer acara bertajuk 'Vol. 2 Wild Jungle The Wildest Party in Town.' yang berlangsung pada Sabtu (6/8) lalu dengan dress code safari & animal print.

Dalam video, para muda-mudi berjoget di bawah lampu disko. Pakaian yang mereka kenakan juga cukup seksi. Aksi tak senonoh seperti melakukan gaya hubungan suami istri juga dipertontonkan dalam video tersebut.


Petugas Satpol PP Kadudampit, Kabupaten Sukabumi Atok mengaku baru mengetahui kejadian tersebut. Menurutnya, pada Sabtu (6/8/2022) malam tak ada laporan warga terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Sering ngontrol, kalau ada laporan dari masyarakat saya turun, ini nggak ada laporan. Terus monitoring juga belum diketahui daerahnya atau (prediksi) luar jangkauan jalan," kata Atok saat ditemui detikJabar, Kamis (11/8/2022).

Atok mengatakan pihaknya akan menyelidiki kasus ini. Dia mengimbau agar anak muda di wilayah Kadudampit tidak mengikuti kegiatan serupa.

"Ya kita tangkap karena meresahkan masyarakat. Pasti dipanggil (kalau sudah diketahui). Jangan sampai terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan, kebetulan sampai saat ini belum ada (laporan)," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Organisasi Masyarakat Laskah Fii Sabilillah Abi Kholil mengaku geram melihat video tersebut. Menurutnya, tidak ada pengawasan dari pihak berwenang hingga kegiatan itu bisa bebas terlaksana.

"Acara semacam itu tentu saja tidak sesuai dengan norma agama dan negara karena dapat merusak moral generasi bangsa, terutama di Sukabumi. Kami sebagai warga Sukabumi tidak terima Sukabumi dikotori dengan acara-acara tidak senonoh seperti itu," kata Abi Kholil.

Pihaknya juga meminta agar pengelola atau manajemen acara tersebut dapat diberi sanksi karena dianggap telah menyelenggarakan acara di luar norma sosial.

"Kalau itu benar di Sukabumi berarti pengawasan tempat hiburan atau hotel kurang. Kami berharap pihak terkait menyelidiki dimana acara tersebut dilaksanakan dan memanggil pihak manajemen untuk dimintai keterangan dan diberi sanksi, apabila perlu izinnya dicabut," kata dia.

Hingga berita ini dibuat, detikJabar sudah berusaha mengkonfirmasi dengan menghubungi contact person yang tertera dalam flyer pesta itu, namun belum mendapatkan tanggapan.

(iqk/iqk)