Detik-detik Horor Ayah Bawa Anak Tabrakkan Diri ke Kereta di Bandung

Yuga Hassani - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 19:27 WIB
Close-up of a hand holding a mobile phone. Pieces of glass on the street
Ilustrasi kecelakaan (Foto: iStock)
Bandung -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Warga Kampung Ciherang, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung digegerkan dengan adanya peristiwa ayah dan anak tewas tersambar Kereta Api. Warga tidak mengira sang ayah berinisial AS (32) tersebut akan menabrakkan diri.

Saksi mata saat kejadian Ason Suryadi (43), mengatakan pihaknya mengaku telah mengingatkan korban untuk tidak melintas. Bahkan, bambu pembatas di bagian Selatan dan Utara telah dipasang.


"Saya sudah kasih tahu supaya menjauh dari pembatas dan jangan lewat dulu, soalnya kereta mau datang," ujar Ason, kepada awak media, Kamis (11/8/2022).

Ason menjelaskan telah melihat korban tengah menggendong seorang anak. Namun pihaknya tidak mengetahui korban akan mendekati kereta tersebut.

"Saya lihat dia (korban) menggendong anaknya dipegang di depan dia. Dia posisinya kayak mau nonton kereta lewat saja," katanya.

Dia mengungkapkan kejadian tersebut sangat cepat. Bahkan dirinya tak bisa menyelamatkan korban tersebut.

"Pas saya bungkuk tiba-tiba ada suara hantaman dan orang teriak. Ternyata korban pas kereta mendekat dia melangkahi bambu dengan cepat, kemudian langsung menabrakkan diri," ucapnya.

Ason mengaku telah cukup lama berprofesi sebagai penjaga pintu perlintasan inisiatif di lintas KA Ciherang. Bahkan dirinya pun mengenal terhadap korban yang diketahui bertempat tinggal di Kampung Babakan Jawa RT 01 RW 12, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek.

"Iyah dia pas lagi hidup memang cukup dikenal sama warga sini. Apalagi kan korban juga suka jadi pemain terompet kalau pas ada kuda lumping," kata Ason.

Dia menduga korban tengah mengalami keributan di rumah tangganya. Menurutnya dari warga sekitar pun sering beredar kabar mengenai keributan tersebut.

"Kalau saya mah menduga kayanya urusan rumah tangga. Kemarin-kemarin kita dengar suka ribut sama istrinya. Sekitar seminggu ke belakang udah ribut dan mungkin malem kemarin ributnya sudah puncaknya," kata Ason.

"Posisi istri kerja tapi suaminya serabutan. Mungkin itu juga penyebabnya," pungkasnya.

(yum/yum)