Pemkab Cianjur Diminta Kerahkan Semua Dinas Atasi Anak Putus Sekolah

Ikbal selamet - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 13:59 WIB
A Happy Little Asian boy holding pencil while reading on notebook homework with smiling face on wooden table.Back to School concept.
Foto: Ilustrasi (Thinkstock).
Cianjur -

DPRD Kabupaten Cianjur mendorong Pemkab tugaskan semua dinas agar keroyokan menangani masalah angka putus sekolah di Kota Santri. Pasalnya diketahui tahun ini ada sekitar 5.000 anak putus sekolah.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Deden Nasihin mengatakan ribuan anak putus sekolah dari jenjang SMP ke SMA/SMK sederajat merupakan masalah yang harus disikapi secara serius.

Pasalnya dalam banyak momen, Cianjur selalu memunculkan potensi generasi ke depan yang besar dengan angka penduduk usia remaja yang banyak.


"Namun potensi tersebut akan sia-sia jika anak-anaknya tidak ditunjang dengan pendidikan. Minimalnya Pemkab harus memikirkan bagaimana anak bisa mengenyam pendidikan, tidak hanya sampai bangku SMP, dari hingga SMA atau SMK," ujar dia, Kamis (11/8/2022).

Menurutnya faktor ekonomi hingga hingga sosial budaya dalam tingginya angka putus sekolah harus bisa segera ditangani.

Deden menyebut jika penanganan faktor tersebut tidak hanya bisa ditangani oleh satu dinas, namun harus 'keroyokan' oleh banyak dinas agar bisa diselesaikan dengan maksimal.

"Saya rasa tidak hanya tanggungjawab di Dinas Pendidikan, tapi dinas lain juga harus digerakan. Harus keroyokan. Karena faktor ekonomi kan bisa diselesaikan dengan program PKH di Dinsos, kemudian ada juga kan program lain," ungkapnya.

"Kemudian terkait faktor sosial budaya, harus ada sosialisasi yang masif dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga ke RT dan RW, terkait pentingnya pendidikan. Jadi tidak ada lagi yang beranggapan pendidikan itu tidak bermanfaat," ucap dia menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur Akib Ibrahim, menjelaskan untuk siswa SD yang lulus berasa di angka 38 ribu dengan persentase melanjutkan sekolah di angka 99 persen.

Sedangkan untuk siswa lulusan SMP di tahun ini mencapai 29.793 siswa dengan angka partisipasi atau yang melanjutkan pendidikan formal ke jenjang SMA/SMK sederajat hanya 24.731 siswa atau sekitar 5.000 siswa putus sekolah.

(mso/mso)