Geliat Jual-Beli Satwa di Tikungan Otten Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 06:30 WIB
Geliat jual beli hewan di Jl dr Otten, Kota Bandung
Geliat jual beli hewan di Jl dr Otten, Kota Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Di tikungan Jalan Doktor Gunawan hingga Jalan Doktor Otten, Kota Bandung terlihat sejumlah pedagang satwa menjajakan dagangannya. Hanya satwa jenis anjing dan kucing dijual oleh sejumlah pedagang di jalan itu.

Transaksi jual beli nampak terlihat di beberapa lapak pedagang meski pun langit mendung. Keunikan membeli satwa di sini, yakni masih bisa dilakukan tawar menawar.

Bila mana antara penjual dan pembeli sudah terjadi kesepakatan, maka satwa yang diinginkan pun dibawa pulang oleh pembelinya.


Tak hanya itu, biasanya bsebelum terjadi transaksi jual beli, para pedagang satwa di sini menjelaskan jenis satwa yang akan dijual hingga menyebutkan harganya.

Tak jarang juga, para pembeli menanyakan cara perawatan satwa tersebut, karena meskipun satwanya sama tapi jenisnya berbeda, perawatannya pun beda, contohnya perawatan kucing himalaya dengan kucing persia.

Salah satu pedagang anjing dan kucing, Utar Supardi (57) mengatakan, ia menjual macam-macam anjing dan juga kucing. Hewan yang dijual berasal dari peternak.

"Campuran, macam-macam doggy, saya jualanya anakan. Anjing peranakan, ngambil dari peternak di Jawa Barat," ujarnya.

Utar mengungkapkan, harga anjing yang ia jual mulai Rp 300-500 ribu untuk anakan, jika indukan bisa mencapai Rp 1,5 juta, harga tergantung jenis dari anjing itu sendiri.

"Kalau kucing, kaya kucing persia mencapai Rp 1,5 juta, ada himalaya Rp 1,8 juta, tapi kalau yang tua-tua murah, karena udah enggak lucu kurang lucunya, jadi masih mahal yang anakan," ungkap pria asal Rancaekek, Kabupaten Bandung itu.

Utar menyebut, ia berjulan anjing dan kucing pasca krisis moneter yang terjadi tahun 1997 lalu. Menurutnya, dulu ia berjualan ikut ke orang, sekarang buka sendiri.

"Sejak moneter, dulu jual beli beras, moneter saya berhenti, diajak bos jualan ini, bos meninggal saya lanjutin, bosnya masih warga Rancaekek juga," tuturnya.

Geliat jual beli hewan di Jl dr Otten, Kota BandungGeliat jual beli hewan di Jl dr Otten, Kota Bandung Foto: Wisma Putra/detikJabar

Utar menambahkan, pada saat pandemi COVID-19 terjadi ia sempat mengalami penurunan penjualan, bahkan penjualan anjing dan kucing ke luar pun dihentikan.

"Sekarang agak sepi, sejak COVID-19 mati, biasanya kirim ke Surabaya dan Jakarta. Saya enggak jual online, karena jualannya sendiri, kalau online harus antar sana sini," jelasnya.

Utar pastikan, jika anjing dan kucing yang dijual olehnya dan pedagang lainnya aman. Karena, meskipun ia menjual ia juga menerima hewan yang mau dijual, tapi syaratnya harus miliki KTP.

"Kita hati-hati, enggak sekonyong-konyong beli, harus ada KTP, takut hewan hasil pencurian. Kalau misal ada yang jual, difoto KTP nya," pungkasnya.

(wip/yum)