DLH Cek 'Hujan' Abu yang Kotori Rumah Warga di Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 15:41 WIB
Hujan abu di Bandung Barat
Hujan abu di Bandung Barat (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah menerima aduan dari masyarakat terkait dugaan pencemaran limbah abu batubara pabrik peleburan logam.

Warga Kampung Cibingbin, RT 03 dan 06, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) merasakan dampak negatif polusi abu batubara dari aktivitas pabrik peleburan tersebut.

Limbah abu batubara yang berterbangan dari cerobong asap pembuangan pabrik tersebut menempel di semua bagian rumah warga, pakaian yang sedang dijemur, sehingga harus dibersihkan setiap hari.


"Kami sudah menerima aduan dari masyarakat terkait dugaan pencemaran itu, kemudian melakukan verifikasi ke lapangan," ungkap Kasi Penyelesaian Sengketa dan Penaatan Hukum Lingkungan pada DLH KBB,Rudi Sutendi saat dihubungi detikJabar, Rabu (10/8/2022).

Dari hasil verifikasi itu, kata Rudi, didapati jika cerobong asap yang digunakan pabrik tersebut belum memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan pemerintah.

"Katanya masih dalam rangka ujicoba. Tapi sudah kami arahkan kalau nanti membangun cerobong yang baru, harus melibatkan ahli yang kompeten untuk perencanaan. Jadi nanti bukan cerobong asal-asalan yang dibuat," tutur Rudi.

Rudi mengatakan pihaknya sudah membahas temuan verifikasi tim DLH KBB. Kemudian membuat dan menyampaikan surat arahan terhadap pabrik tersebut untuk menyelesaikan segala bentuk dugaan pelanggaran.

"Sekarang baru pada tahap penyampaian surat arahan untuk pabrik itu, di surat arahan ada beberapa poin yang harus ditaati dan ditindaklanjuti pabrik termasuk aduan soal pencemaran dari cerobong asap," kata Rudi.

Saat ini pihaknya masih menunggu tindaklanjut dari surat arahan tersebut. Jika diabaikan oleh pabrik tersebut makan pihaknya akan melakukanverifikasi ulang berdasarkan aduan masyarakat.

"Kalau terus ada tekanan dari warga, atas dasar itumaka kami akan verifikasi ulang. Sekarang mereka sedang dalam pengawasan juga, kalaumemang ada pelanggaran aturan bisa kami tindak (sanksi)," ujar Rudi.



Simak Video "Penampakan Dampak Hujan Abu Gunung Merapi"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)