Guru Besar Unpad-Pakar Kesehatan Ginjal M.A. Roesli Meninggal Dunia

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 11:55 WIB
Guru besar Unpad Rully M.A. Roesli meninggal dunia
Guru besar Unpad Rully M.A. Roesli meninggal dunia (Foto: istimewa/Unpad)
Bandung -

Kabar duka datang dari Universitas Padjajaran (Unpad). Guru besar mereka Rully M.A. Roesli meninggal dunia pada Selasa (9/8/2022) pukul 03.00 WIB kemarin. Rully meninggal di usia 74 tahun di Rumah Sakit Borromeus, Bandung.

Meninggalnya Rully dilepas secara resmi oleh seluruh civitas akademika Unpad, termasuk Wakil Rektor Unpad Arief S. Kartasasmita. Arief mengatakan Rully telah banyak memberikan kontribusi selama mengabdi sebagai pengajar di Unpad.

"Dengan segala macam keterbatasannya, tidak menjadi beliau patah semangat dan terus mengubah semua perubahan untuk memberikan manfaat yang baik," kata Arief dilansir detikJabar dari laman resmi Unpad, Rabu (10/8/2022).


"Almarhum berpesan untuk tidak boleh menyerah mengubah takdir kita, dan berusaha selalu tetap rendah," sambungnya.

Rully diketahui merupakan guru besar pada Departemen llmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran (FK) Unpad. Ia tercatat menjadi pengajar di FK Unpad sejak 1974.

Lahir di Solo pada 23 Juli 1948, Rully menyelesaikan studi Sarjana Kedokteran Unpad pada 1975, yang kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di FK Unpad pada 1980-1985.

Tidak sampai disitu, Rully juga mengambil Profesi Penyakit Ginjal di Universitas Hospital Groningen, Belanda pada 1986-1987 hingga meraih gelar Doktor Fakultas Kedokteran Universitas Antwerpen, Belgia pada 1996.

Sepanjang hidupnya, Rully dikenal sebagai ahli di bidang penyakit ginjal. Ia juga merupakan pendiri Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. RA. Habibie di Bandung.

Rully juga mendirikan Yayasan Peduli Ginjal (Yadugi). Yayasan ini ia dirikan dalam upaya menghimpun dana abadi untuk pengobatan cuci darah yang kemudian dikembangkan menjadi klinik cuci darah murah di Jakarta, Bandung, Tangerang, Klaten, Semarang, Bogor dan Tasikmalaya.

Tidak hanya mendirikan klinik cuci darah, Rully juga banyak melakukan penelitian di bidang hemodialisis atau cuci darah. Berbagai penelitiannya sudah dilakukan hilirisasi, seperti cairan dialisat hasil penelitiannya dengan ITB dan PT Renaltech Mitra Abadi dan sudah diproduksi sejak 1998, hingga membuat purwarupa mesin cuci darah bekerja sama dengan ITB dan BPPT.

(bba/yum)