Serba-serbi Warga

Hendayana dan Kostum Badut untuk Kegiatan Sosial

Nur Azis - detikJabar
Selasa, 09 Agu 2022 20:40 WIB
Hendayana.
Hendayana. (Foto: Nur Azis/detikJabar)
Sumedang -

Hendayana sudah menekuni profesi badut sejak 2016. Ia sudah tampil di berbagai tempat untuk menghibur anak-anak.

Pria asal Cimahi ini menggeluti profesi badut berawal dari ketidaksengajaan. Hal itu bermula dari profesi sebelumnya sebagai MC (master of ceremony) acara pernikahan.

"Profesi awal saya itu tadinya sebagai MC wedding, saat jadi MC wedding itu saya mendapat pesanan dari yang hajatan untuk dicarikan badut," kata Hendayana kepada detikJabar di Sumedang belum lama ini.


Singkat cerita, kata Hendayana, satu hari jelang acara, tanpa diduga badut yang dipesannya tiba-tiba jatuh sakit. Akibatnya, ia terpaksa menggantikan peran badut tersebut.

"Saya saat itu bilang ke konsumen bahwa badutnya sakit, namun pihak konsumen saat itu marah serta tidak mau tahu pertunjukan badut harus tetap ada. Maka dengan terpaksa, saat itu saya pun nekat mengambil peran itu jadi seorang badut," paparnya.

"Saya saat itu belanja peralatan-peralatan badut, hanya dalam satu hari itu juga saya pun berlatih jadi seorang badut," paparnya.

Tanpa diduga, penampilan Hendayana menjadi badut mendapat apresiasi dari para penonton. Bahkan apresiasi itu datang dari istrinya sendiri.

"Istri saya turut memuji penampilan saya, bahkan istri saya itulah yang menyarankan saya untuk jadi seorang badut," paparnya.

Dari kejadian itu, Hendayana akhirnya beralih profesi menjadi badut hingga kini. Dari profesinya itu, Hendayana telah menghidupi keluarganya. Hendayana bersama istrinya, Tita Kurnia diketahui telah dikaruniai tiga buah hati.

Beragam undangan tampil pun telah dilakoninya dari mulai acara ulang tahun, hajatan pernikahan, dan acara lainnya.

Ciptakan Gerakan Sosial dari Profesi Badut

Selain sebagai sumber mata pencaharian, profesi badut yang ditekuni Hendayana dimanfaatkannya untuk gerakan sosial.

Melalui komunitas bernama Badut Necis yang dibentuknya pada 2020, Hendayana bersama rekan-rekan seprofesinya kerap melakukan kegiatan sosial berupa trauma healing gratis.

"Komunitas Badut Necis ini bergerak di bidang sosial. Jadi kami kumpulkan badut-badut di Bandung Raya khusus untuk gerakan sosial," ucapnya.

Hendayana menyebut, anggota dari Komunitas Badut Necis ada delapan orang. Sejumlah kegiatan trauma healing bagi anak-anak pun telah dilakoni bersama rekan-rekannya.

Kegiatan itu di antaranya trauma healing pada saat erupsi Gunung Merapi, khitanan massal dan sejumlah musibah bencana alam lainnya.

"Biasanya kita turun memberikan trauma healing seminggu pasca terjadinya bencana," ujarnya.

Hendayana menambahkan, kegiatan sosial tersebut, selain sebagai ajang kemanusiaan juga sebagai ajang meningkatkan keahlian.

"Jadi, sambil berkegiatan sosial sekaligus juga sambil belajar dan alhamdulillah keahlian dari rekan-rekan saya malah semakin bertambah," pungkas Hendayana.

(orb/orb)