Serba-serbi Warga

Ngobrol dengan Penjaga Tempat Bung Karno Menggugat Belanda

Sudirman Wamad - detikJabar
Sabtu, 06 Agu 2022 15:30 WIB
Saepudin, sekuriti Gedung Indonesia Menggugat.
Saepudin, sekuriti Gedung Indonesia Menggugat. (Foto: Sudirman Wamad/detikJabar)
Bandung -

Saepudin tampak begitu siaga menjaga Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Gedung bersejarah di Jalan Perintis Kota Bandung. Gedung tua yang bercerita tentang pendiri bangsa.

Saepudin mengenakan pakaian dinas hitam. Berompi warna hijau-hitam. Ia duduk di tempat penjagaannya, persis di depan ruang sidang saat Soekarno, Maskoen, Gatot Mangkoepradja, Soepriadinata, Sastromolejono, dan Sartono disidang pemerintah kolonial Belanda.

Sudah tiga tahun lebih Saepudin bertugas menjaga keamanan gedung yang dibangun pada 1907 itu. Gedung yang difungsikan sebagai Landraad atau Pengadilan Pemerintah Kolonial Belanda pada 1917. Kondisinya sepi.


Tapi, kantin gedung bersejarah ini tak pernah sepi. Tak sedikit pekerja yang memanfaatkan waktu jam makan siang dan istirahat di kantin. Lokasinya di sebelah kanan gedung.

Kunjungan ke kantin tentu tak masuk catatan sebagai pengunjung GIM. Hari ini, Saepudin tak menghitung jumlah pengunjung GIM, sebab tak ada kunjungan.

"Ya sedih kalau kunjungan sepi. Ini kan tempat buat belajar sejarah," kata Saepudin saat berbincang dengan detikJabar belum lama ini.

Sekuriti berusia 36 tahun itu menceritakan penyusutan jumlah pengunjung GIM terjadi sejak awal pandemi COVID-19. Biasanya, setiap akhir pekan selalu ada pengunjung. Namun, saat ini sudah jarang.

"Acara itu dulu selalu ada setiap minggu. Bisa dua kali, sekarang mah susah. Sebulan paling satu sampai dua kali," ucap sekuriti yang pernah bekerja sebagai operator game online itu.

Bekerja Sambil Belajar

Bapak satu anak yang akrab disapa Udin itu mengaku senang bisa bekerja sebagai petugas keamanan di gedung bersejarah. Ia bersama lima rekannya memastikan keamanan gedung.

Udin juga tanpa sadar pelan-pelan belajar sejarah. Sebelumnya, Udin tak begitu akrab dengan sejarah. Ia hanya pernah mengunjungi Monumen Perjuangan.

"Kalau ke museum atau lainnya mah nggak pernah," kata Udin.