Bocah Meninggal gegara Ponsel Meledak, Disdik Ciamis Keluarkan Imbauan

Dadang Hermansyah - detikJabar
Jumat, 05 Agu 2022 10:35 WIB
Ponsel meledak yang tewaskan bocah Ciamis
Ponsel meledak yang tewaskan bocak di Ciamis (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

IHM (9), bocah kelas 3 SD di Desa Kiarapayung, Rancah, Kabupaten Ciamis tewas akibat ponselnya meledak saat diisi ulang daya, Rabu (3/8/2022) siang kemarin. Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis langsung merespon dengan membuat surat edaran imbauan ke sekolah.

"Kami Dinas Pendidikan Ciamis mengimbau kepada guru, pendidik dan kependidikan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak kita dalam menggunakan HP. Sehingga dalam menggunakan HP lebih disiplin dan teratur," ujar Kepala Dinas Pendidikan Ciamis Asep Saeful Rahmat, Jumat (5/8/2022).

Asep mengingatkan anak-anak seharusnya menggunakan ponsel sesuai kebutuhannya, seperti untuk sarana belajar. Kalaupun untuk hiburan juga harus dibatasi.


"Kalau untuk belajar, gunakan untuk belajar dengan serius jangan sambil tiduran apalagi HP-nya sambil dicas. Ketika ada arus pendek (korslet) itu berbahaya," kata Asep.

Tak hanya itu, Asep mengingatkan jangan menggunakan ponsel saat berkendara dan jalan kaki. Hal itu dapat membahayakan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

"Kami tekankan kepada guru sekolah dapat memberikan pemahaman kepada anak dan orang tua untuk membatasi penggunaan HP," katanya.

"Dalam penggunaannya itu harus dikontrol tidak terus menerus. Memang apapun itu kalau tidak ada kontrol, termasuk HP memang berbahaya," ucap Asep.

Selain itu Asep meminta para guru untuk menyampaikan kepada orang tua siswa agar lebih memperhatikan anaknya dalam menggunakan ponsel.

"Kita semua harus berperan untuk sama-sama mengawasi agar kejadian seperti ini tidak kembali terjadi," pungkasnya.

Sebelumya, IHM ditemukan tewas dengan luka bakar di bagian dadanya. Ketika itu korban ditemukan ibunya, R dengan posisi telungkup di lantai tanpa alas.

Ketika dibangun dibangunkan tapi tidak bangun dan curiga karena seluruh badannya bergerak. Ketika membalikan tubuh anaknya, R kaget ponsel anaknya sudah berantakan tepat di sekitar bagian dada.

Pada bagian dada anaknya pun terdapat luka bakar cukup besar seukuran telapak tangan. Seketika itu Rinawati langsung histeris karena anaknya sudah meninggal dunia.

Diketahui, ponsel yang digunakan korban itu biasa digunakan bersama dengan ibunya. Sedangkan ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan di Bogor. Pada saat kejadian korban sedang tidak mengenakan pakaian atau telanjang dada. Saat itu korban memainkan ponsel di lantai tengah rumah tanpa alas.

(iqk/iqk)