BPOM Bandung Sita 3 Ribu Krim Wajah Kinclong Kedaluwarsa

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 03 Agu 2022 13:12 WIB
BPOM Bandung sita kosmetik ilegal
BPOM Bandung sita kosmetik ilegal (Foto: Sudirman Wamad/detikJabar)
Bandung -

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung menyita ribuan kosmetik dan sediaan lainnya di delapan daerah di Jabar. Kosmetik tersebut tak memiliki izin edar dan kedaluwarsa, atau ilegal.

BPOM menyita di delapan daerah, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, dan Kota Bekasi.

"Total ada 183 jenis sediaan, 3.826 item kosmetik yang tidak punya izin edar dan kedaluwarsa dengan nilai keekonomian Rp 264 juta," kata Kepala Balai BPOM Bandung Sukriadi Darma di kantornya, Rabu (3/8/2022).


Sukriadi mengatakan dari delapan daerah temuan kosmetik yang tak memiliki izin edar dan kedaluwarsa itu terbanyak di Karawang. BPOM menemukan 30 jenis kosmetik, totalnya ada 2.178 item.

"Banyak di Karawang. Nilai ketika diuangkan mencapai Rp 121 juta," ucap Sukriadi.

Sukriadi mengatakan mayoritas kosmetik yang disita diproduksi dari dalam negeri atau lokal. Ia mengimbau agara masyarakat cerdik dalam memilih kosmetik.

"Paket cream. Diklaim bisa memutihkan wajah dalam waktu cepat. Ini yang membuat masyarakat tertarik," kata dia.

Sukriadi menjelaskan kosmetik ilegal, tanpa izin edar atau kedaluwarsa bisa membahayakan kesehatan. Ia khawatir kosmetik yang tak memiliki izin edar mengandung zat kimia berbahaya.

"Membahayakan bisa jadi kanker kulit, atau bisa hitam yang permanen. Bisa juga bagi orang hamil berdampak pada cacat bawaan janinnya," ujarnya.

Sekadar diketahui, dalam operasi tersebut BPOM mendatangi 30 tempat distribusi kosmetik, dari mulai agen hingga klinik kecantikan di delapan daerah. Hasilnya, 20 tempat mengedarkan kosmetik yang tak memiliki izin edar dan kedaluwarsa.



Simak Video "Begal Dikeroyok Warga di Bandung, Disebut Sempat Todongkan Pistol"
[Gambas:Video 20detik]
(sud/dir)