Kondom Kurang Diminati Pasutri di Pangandaran

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 02 Agu 2022 03:30 WIB
Collection of colorful condomsSelective focus; shallow DOF
Ilustrasi kondom. (Foto: istock)
Pangandaran -

Pasangan suami istri (pasutri) yang menggunakan alat kontrasepsi dalam program Keluarga Berencana (KB) di Pangandaran minim.

Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) mencatat pasangan usia subur (PUS) per Juni 2022 ada sebanyak 71.751 orang.

Dari itu, jumlah pasangan usia subur (PUS) tidak ber-KB ada 24.215 orang. Sementara jumlah peserta KB per Juni 2022 ada sebanyak 47.536 akseptor dan tujuh jenis program KB.


Kepala Bidang Keluarga Berencana Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DKBP3A Pangandaran Dudung mengatakan, peserta KB yang menggunakan alat kontrasepsi atau kondom hanya 684 orang.

Pengguna IUD 2.793 orang, MOW 1.788 orang, MOP 92 orang, implant 4.578 orang, suntik 26.304 orang dan pil 11.927 orang.

"Presentase peserta KB kondom sangat rendah, karena beralih pada alat kontrasepsi jangka panjang," kata Dudung kepada detikJabar, Senin (1/8/2022).

Bahkan menurut Dudung, penggunaan kondom dari program pemerintah peserta setiap peserta KB hanya enam buah tiap bulannya. Itu karena kondom sudah banyak di pasaran.

"Tahun-tahun ke belakang juga peserta KB kondom presentasenya juga paling rendah, karena memang tidak efektif dan tidak terlalu diminati. Peserta KB kondom per desember 2021 hanya 645 akseptor," ucap Dudung.

Disinggung soal pengguna kondom di luar yang mengikuti program KB, ia mengaku tidak mengantonginya. Apalagi kondom dijual bebas dan tidak dilakukan pendataan orang per orang.

"Terkait penggunaan kondom di luar pemerintah tidak ada datanya. Karena saat ini sudah dijual bebas di mini market," pungkas Dudung.

(ors/ors)