Dua Ikon Kabupaten Cianjur 'Hilang', Tugu Botol Kecap dan Kios Cincau

Ikbal Selamet - detikJabar
Minggu, 31 Jul 2022 16:56 WIB
Tugu botol kecap Puncak.
Foto: Ikbal Slamet
Cianjur -

Cianjur kehilangan ikon di perbatasan dengan Bogor dan Kabupaten Bandung Barat. Pasalnya dua ikon legendaris, yakni Tugu Botol Kecap dan deretan pedagang minuman cincau kini sudah dibongkar serta ditertibkan.

Seperti yang diketahui, Tugu Botol Kecap di kawasan Puncak, Cianjur mulai dibongkar pada Kamis (28/7/2022) dan akan selesai pada hari ini (31/7/2022).

Ikon legendaris yang hampir 40 tahun berdiri itu dibongkar lantaran perusahaan kecap yang memasang iklan luar ruang itu tidak diperpanjangnya sewa lahan.


"Sudah hampir empat puluh tahun mereka sewa lahan untuk iklan botol kecap yang malah jadi ikon Puncak ini, dari 1983. Kontrak sewanya per lima tahun," ungkap pemilik lahab, Sep Ridwan (62).

Menurutnya biasanya setiap akhir tahun, pihak perusahaan kecap tersebut mengecar ulang dan memperbaiki kerusakan. Namun di akhir tahun lalu tidak dilakukan.

"Itu jadi awal tanda tidak akan diperpanjang, biasanya diperbaiki tiap tahun, tapi akhir tahun kemarin tidak dicat ulang. Dan di bulan lalu akhirnya bilang ke saya jika tidak akan diperpanjang lagi sewanya," ungkap dia.

Dia mengatakan selain botol kecap di Cianjur, informasinya iklan botol kecap di lokasi lain juga dibongkar. "Katanya di titik lain, tugu botol kecap di titik lain juga dibongkar," ucapnya.

Ridwan menyebut jika kemungkinan metode promosi melalui tugu kini kurang efektif dan memakan biaya yang besar.

"Informasinya media promosi atau iklannya dimaksimalkan di media sosial dan media massa. Tidak lagi menggunakan media luar ruang," kata dia.

Dia mengaku berat melihat tugu yang sudah 40 tahun berdiri dan menjadi ikon Puncak itu dibongkar. Bahkan dengan adanya ikon tersebut, gang di lingkungan botol kecap yang mukanya bernama gang masjid lebih dikenal dengan gang botol kecap.

Namun hal itu merupakan kebijakan dari perusahaan kecap.

"Dibangunnya pada tahun 1983, jadi hampir 40 tahun berdiri di sini. Setelah dibongkar, jadi tidak ada lagi ikon botol kecap, tapi kan itu kebijakan perusahaannya," ungkap dia.

Deretan Tukang Cincau Ditertibkan

Di sisi lain, pemandangan deretan pedagang cincau di kawasan taman Asmaul Husna, Haurwangi yang merupakan perbatasan Cianjur dengan Bandung Barat juga kini sudah tidak ada.

Trotoar yang semua dipenuhi lapak pedagang cincau sudah ditertibkan Satpol PP, Jumat (29/7/2022) siang.

Pedagang cincau di Cianjur protes lapaknya ditertibkan.Pedagang cincau di Cianjur protes lapaknya ditertibkan. Foto: Ikbal Slamet

Kapala Satpol PP Kabupaten Cianjur Hendri Prasetiyadi, menuturkan penertiban lapak dilakukan lantaran para pedagang akan dipindahkan ke Rest Area Citarum.

"Pemerintah sudah siapkan lapak di dalam rest area," kata dia.

Ia berharap, semua pedagang tidak berjualan lagi di pinggir jalan nasional bekas jalan tol tepatnya di taman Asmaul Husna Haurwangi.

"Silakan segera pindah dan tempati. Supaya taman ini terlihat bersih dan pedagang juga bisa berjualan lebih nyaman di dalam (rest area)," pungkasnya.

(yum/yum)