Kabar Internasional

Monyet di Yamaguchi Jepang Menggila hingga Serang Puluhan Warga

Tim detikTravel - detikJabar
Jumat, 29 Jul 2022 02:44 WIB
A Japanese macaque, also known as a snow monkeys, grooms another in Jigokudani valley in Nagano Prefecture, northwest of Tokyo Saturday, March 6, 2021. (AP Photo/Kiichiro Sato)
Foto: Ilustrasi (AP/Kiichiro Sato).
Jakarta -

Monyet di Jepang sempat meneror penduduk satu kota di Jepang. monyet itu menggila hingga menyerang puluhan warga.

Dikutip detikTravel dari BBC, seekor monyet telah meneror penduduk di salah satu kota di Negeri Sakura, julukan Jepang, selama beberapa pekan. Dikabarkan, monyet 'gila' itu melukai hampir 50 orang di Yamaguchi.

Pemburu khusus pun ditugaskan. Walhasil, pemburu berhasil menemukan monyet itu di halaman sekolah menengah pada Selasa (26/7) malam. Monyet itu teridentifikasi sebagai penyerang puluhan penduduk Yamaguchi.


Sebelumnya, petugas berwenang sempat memburu setelah menerima laporan pertama terkait penyerangan yang dilakukan monyet tersebut. Sekitar tiga pekan, monyet tersebut dikabarkan menyerang warga. Sebagian besar dari korban mengalami cidera, berupa goresan dan gigitan ringan.

"Saksi mata menggambarkan monyet dengan ukuran berbeda, dan bahkan setelah ada yang ditangkap, kami mendapat laporan tentang serangan baru," kata seorang pejabat di departemen pertanian.

Monyet yang disebut menggila itu berusia empat tahun. Tingginya sekitar satu meter. Monyet memang dianggap sebagai hama. Namun, serangan di Yamaguchi dianggap tak biasa.

"Jarang melihat banyak serangan dalam waktu singkat," kata seorang pejabat kota mengatakan sebelum penangkapan terbaru.

"Awalnya, hanya anak-anak dan wanita yang diserang. Baru-baru ini, orang tua dan pria dewasa juga menjadi sasaran," kata mereka menambahkan.

Upaya sebelumnya untuk menangkap hewan dengan perangkap mengalami kegagalan. Patroli polisi yang dibentuk pada awal Juli tidak berhasil sampai sekarang.

Setelah spesies itu dikategorikan rentan, monyet Jepang mengalami ledakan populasi baru-baru ini.

Ini telah menyebabkan konflik serius dengan orang-orang, menurut penelitian dari Universitas Yamagata. Perubahan perilaku manusia dan lingkungan hutan mungkin menjadi salah satu penyebabnya.

(sud/mso)