Ansor Bandung Minta Hanan Attaki Evaluasi Usai Ditolak Dakwah di Jatim

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 27 Jul 2022 19:34 WIB
Ustaz Hanan Attaki
Ustaz Felix Siauw (kiri) dan Ustaz Hanan Attaki (kanan) (Foto: Instagram hanan_attaki)
Bandung -

Ustaz Hanan Attaki mendapat penolakan untuk menggelar ceramah di 4 daerah Jawa Timur. Ia ditolak karena dicap sebagai eks anggota ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan pada 19 Juli 2017.

Merespons hal itu, GP Ansor Kota Bandung meminta Hanan Attaki untuk melakukan evaluasi atas penolakan yang didapatnya itu. Sebab, mereka berpendapat bahwa materi ceramah dari Hanan Attaki kerap menimbulkan polemik terutama tentang urusan kebangsaan.

"Ini harus menjadi sebuah evaluasi untuk Hanan Attaki. Karena kalau berbicara tentang kebhinekaan, mungkin ada kekhawatiran demikian dari masyarakat setempat," kata Ketua GP Ansor Kota Bandung Nasrullah Jamaluddin kepada detikJabar via telepon, Rabu (27/7/2022).


Sosok ustaz yang dikenal lewat gerakan Pemuda Hijrah di Bandung ini diketahui telah memberikan klarifikasi soal tudingan dalam video berdurasi 10 menit 32 detik. Hanan Attaki menyebut tidak pernah menjadi anggota bahkan simpatisan HTI.

Meskipun demikian, Nasrullah tetap menyarankan Hanan Attaki untuk bertabayyun atau mengkaji. Sebab menurutnya, Jawa Timur merupakan daerah yang kuat dengan kultur NU dan akan terus menentang pemahaman yang bisa mengancam kedaulatan NKRI.

"Ya apalagi beliau melakukannya itu di daerah yang identik dengan dunia pesantren, yang masyarakatnya itu hampir rata-rata itu ahlussunnah wal jamaah," ungkapnya.

Hanan Attaki juga disarankan oleh Nasrullah untuk bersilaturahmi dengan beberapa kiai-kiai di daerah yang kuat dengan kultur ke-NU-nya. Sebab bagi dia, meski Hanan Attaki memiliki ilmu dan wawasan yang luas karena lulusan dari Mesir, namun silaturahmi dengan para ulama setempat akan lebih elok dilakukan sekaligus untuk sharing tentang ilmu keagamaan.

"Harus bijak, jadi coba untuk melakukan silaturahmi, tabayun kepada kiai-kiai di sana. Apalagi di NU itu, seseorang yang punya ilmu itu tidak serampangan. Darimana sanad ilmunya, jelas atau tidak, jadi banyak faktor," ucapnya.

"Jadi dari sisi keilmuan, kesanadan harus jelas guru atau ahlinya," pungkasnya.

Hanan Attaki memberikan klarifikasi mengenai cap keikutsertaan dalam ormas terlarang. Ia menyatakan, sepulang dari studi di Mesir, Hanan Attaki tak pernah bergabung dengan organisasi manapun. Ia hanya membuat organisasi dakwah anak muda yang bernama Pemuda Hijrah dan bermahzab pada Imam Syafi'i, sama seperti mayoritas warga Nahdliyin di Indonesia.



Simak Video "Begal Dikeroyok Warga di Bandung, Disebut Sempat Todongkan Pistol"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/yum)