Ketua Umum HMI Sumedang Bicara Anomali di Praktik Demokrasi Indonesia

Erika Dyah - detikJabar
Selasa, 26 Jul 2022 10:35 WIB
etua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumedang, Yaser Fahrizal Damar Utama
Foto: Pribadi
Jakarta -

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumedang, Yaser Fahrizal Damar Utama menilai perlunya penegasan suara rakyat. Terutama di tengah menguatnya dominasi elite dalam praktik demokrasi Indonesia.

"Kita menyaksikan ada anomali dalam praktik demokrasi kita hari-hari ini. Betapa tidak, pengaruh elite justru jauh dominan dibanding suara rakyat itu sendiri," ungkap Yaser dalam keterangan tertulis, Selasa (26/7/2022).

"Padahal, demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memposisikan rakyat sebagai pemegang daulat, bukan elite," sambungnya.


Dalam diskusi kepemudaan yang berlangsung di Bandung, Yaser menyebutkan kuatnya cengkeraman elite ini sangat mudah teramati. Tidak hanya di level pusat, melainkan juga di level lokal. Menurutnya, fenomena ini terjadi lantaran rakyat hari ini cenderung permisif dan apatis terhadap situasi politik dan juga perilaku kekuasaan yang menyisihkan daulat rakyat.

"Tidak usah jauh-jauh, tengok saja kenyataan hari ini, berapa banyak kebijakan publik mulai dari kebijakan harga kebutuhan pokok, BBM, hingga keputusan politik, yang diputuskan elite tanpa melibatkan suara (aspirasi) rakyat. Jumlahnya tak terhitung lagi," tuturnya.

Ia mengatakan jika pengebirian suara rakyat ini tidak segera disudahi, bukan tidak mungkin cita-cita kesejahteraan sosial hanya akan jadi slogan kosong.

"Untuk itu, kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar bangkit dari sikap permisifnya. Situasi ini tidak akan berubah kecuali diperjuangkan sendiri oleh masyarakat," tandasnya.

Sebagai informasi, diskusi ini dihadiri oleh sejumlah OKP, mulai dari HMI se-Bandung Raya, KAMMI, Persis, PUI, OKP Cipayung hingga aktivis mahasiswa-pemuda se-Bandung Raya.

(ncm/ega)