Heboh Penampakan Macan Kumbang di Cicalengka Kabupaten Bandung

Yuga Hassani - detikJabar
Rabu, 20 Jul 2022 16:21 WIB
Foto: Lokasi kemunculan macan di Kabupaten Bandung (Yuga Hassani/detikJabar).
Kabupaten Bandung - Seekor macan kumbang muncul di Kampung Cikaso, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Macan tersebut diduga turun dari Gunung Masigit Kareumbi untuk memangsa beberapa ekor ayam.

Dalam video yang dilihat detikJabar, Rabu (20/7/2022), terlihat macan tersebut melintas di kandang sebuah peternakan ayam. Kemunculan hewan buas itu dilihat oleh salah seorang petugas keamanan di peternakan tersebut.

Yayat Hidayat (36), petugas keamanan yang melihat macan tersebut mengungkapkan hewan buas itu memangsa beberapa ekor ayam. Dia menyebut kejadian itu bukan yang pertama kalinya.

"Pertama macan itu masuk kandang pagarnya diancurin, terus diloncatin. Pas setelah Idul Adha ada sekitar 18 ekor (ayam), terus kedua ada 4 ekor (ayam), nah yang dalam video itu keburu ketahuan," ujar Yayat saat ditemui di peternakannya, Rabu (20/7/2022)

Pihaknya menyebutkan kejadian tersebut terjadi pada Senin 18 Juli 2022. Menurutnya kemunculan macan tutul telah beberapa kali terjadi.

"Kalau kejadiannya dua hari yang lalu. Sekarang mah nggak ada. Biasanya datangnya itu malam-malam," katanya.

Dia menduga macan kumbang tersebut turun dari gunung karena habitatnya terganggu. Apalagi, kata dia, di kawasan Gunung Masigit memang masih terdapat habitat macan kumbang.

"Memang di sini sasatoan (hewan-hewanan) kaya gitu masih banyak, apalagi kan di KW (kareumbi) ada penangkaran rusa, terus ada jalur offroad, jadi keganggu juga macannya," ucapnya.

Sementara itu, Petugas Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Wilayah 2 Soreang Toni Setiana membenarkan macan tersebut telah turun ke area peternakan ayam. Bahkan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

"Iya betul itu memang macan kumbang. BKSDA sudah mengecek langsung di lapangan hari Selasa kemarin, cuman kita belum ketemu lagi. Tapi kalau untuk kebenaran iya betul," kata Toni saat dihubungi detikJabar.

Toni mengungkapkan macan yang turun tersebut merupakan yang tersisihkan dari habitatnya. Menurutnya macan tersebut mencari wilayah lain.

"Biasanya macan yang turun nyari mangsa di luar habitatnya itu biasanya adalah macan jantan yang tersisihkan di alamnya, kalah dengan jantan lainnya. Jadi dia mencari makan di wilayah lain," tuturnya.

Toni mengimbau masyarakat untuk tidak membunuh hewan tersebut. Apalagi, kata dia, macan tersebut adalah salah satu hewan yang dilindungi.

"Kalau antisipasi jangan sampai, jika ada kejadian serupa, sebaiknya diusir saja tidak usah dilukai apalagi dibunuh. Karena pada dasarnya semua hewan kalau bertemu dengan manusia itu pasti takut, akan menghindar sendiri," ujarnya.


(mso/mso)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Foto

detikNetwork