Temuan BNPB soal Banjir Bandang di Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Selasa, 19 Jul 2022 15:30 WIB
Kepala BNPB Letjen Suharyanto meninjau lokasi banjir bandang Garut
Kepala BNPB Letjen Suharyanto meninjau lokasi banjir bandang Garut (Foto: Hakim Ghani/detikJabar)
Garut -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengecek langsung kondisi banjir bandang di Garut. Dari hasil penelusuran di lokasi, dia menyarankan agar pemukiman warga di aliran sungai direlokasi.

Hal itu diungkapkan Suharyanto usai meninjau kondisi di kawasan Dayeuh Handap, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten garut pada Selasa (19/7/2022). Dalam kunjungannya, Suharyanto terlebih dahulu melangkahkan kaki ke pinggiran Sungai Cipeujeuh yang meluap hingga menyebabkan banjir saat itu. Di aliran sungai tersebut, Suharyanto sempat berbincang dengan Wabup Helmi.

Dia menilai, sejumlah warga yang bermukim di aliran Sungai Cipeujeuh harus segera direlokasi. Sebab, lokasi rumah mereka berada tepat di pinggiran sungai dan dikhawatirkan kembali menjadi korban.


"Beberapa rumah masyarakat harus direlokasi. Karena kalau tidak begitu, suatu saat nanti banjir lagi, nanti kena lagi. Ini dalam proses negosiasi dan penjelasan kepada masyarakat agar mereka mau direlokasi," ucap Suharyanto.

Di samping itu, dia juga menduga banjir bandang yang terjadi di Garut diduga disebabkan adanya ketidaksesuaian di hulu sungai. Oleh karena itu, dia mendukung adanya langkah penegakan hukum.

"Tentu saja. Nanti akan ada penegakan hukum. Ada Kapolres, ada Kajari, ada Ketua Pengadilan, akan dikaji semuanya," ujar Suharyanto.

Suharyanto mengatakan, penegakan hukum dan tindak-lanjut mengenai penyebab banjir bandang dilakukan usai fase tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan.

Dia meminta agar lahan-lahan kritis di hulu sungai dibahas pemerintah daerah. Suharyanto juga menyinggung soal pemberian izin pengelolaan lahan di kawasan hulu sungai.

"Dilakukan koordinasi di Kabupaten untuk lahan kritis yang pasti dengan kasat mata saja sudah timbul longsor. Itu yang akan segera dilakukan antara Pemda Garut, Pemprov Jabar, dan kemudian BNPB bekerjasama untuk mengatasi hal itu," katanya.

"Termasuk juga mungkin dalam pengeluaran izin terkait dengan pengelolaan tanah itu," ungkap Suharyanto menambahkan.

Pastikan Kebutuhan Warga

Suharyanto juga turut meninjau area dapur umum pengungsi. Dia hendak memastikan kebutuhan masyarakat khususnya pengungsi terpenuhi.

"Kami pastikan di tahap tanggap darurat ini, kebutuhan hidup dasar masyarakat, khususnya pengungsi dan masyarakat yang terdampak ini betul-betul bisa kita penuhi," ucap Suharyanto kepada wartawan di lokasi.

Banjir bandang yang diakibatkan luapan sungai di Garut itu terjadi pada Jumat (15/7) lalu. Ribuan orang diprediksi menjadi korban, meskipun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Meluapnya sungai-sungai berdampak pada banjir bandang tersebut diduga kuat terjadi akibat kerusakan yang ada di hulu sungai.



Simak Video "Jembatan Putus, Pelajar di Garut Terpaksa Naik Perahu Karet ke Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)