Warga Protes Proyek Jalan Cihideung Tasik Jadi Pedestrian

Faizal Amiruddin - detikJabar
Selasa, 19 Jul 2022 12:52 WIB
Proyek penataan jalan HZ Mustofa dan jalan Cihideung Kota Tasikmalaya.
Proyek penataan jalan HZ Mustofa dan jalan Cihideung Kota Tasikmalaya. (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Pemilik rumah dan toko (Ruko) di jalan Cihideung Kota Tasikmalaya resah. Hal itu menyusul adanya rencana Pemkot Tasikmalaya melakukan penataaan Jalan Cihideung menjadi jalur pedestrian. Mereka menolak jika akses kendaraan ke jalan Cihideung ditutup dan hanya jadi kawasan pedestrian.

"Kalau membangun drainase oke, memperlebar dan menata trotoar oke. Tapi kalau sampai seluruh akses kendaraan ditutup kami menolak," kata Andi didampingi Rocky, Johan dan sejumlah pemilik ruko lainnya, Selasa (19/7/2022).

Mereka mengaku tak bisa membayangkan jika akses kendaraan ditutup. "Hak kami dirampas. Bagaimana kalau ada yang sakit, ada kebakaran dan kejadian urgen. Masa dari ruko harus ditandu dulu ke Jalan HZ Mustofa," kata Rocky.


Menutup akses kendaraan dan menjadikan kawasan Cihideung sebagai kawasan pedestrian secara total, menurut Rocky sama dengan mengisolasi warga. "Lalu bagaimana nasib sepeda motor atau mobil kami, tak bisa dibawa pulang," kata Rocky.

Dia mengatakan Jalan Cihideung itu bukan objek wisata melainkan pusat perdagangan. Jika tak diberi akses jalan maka akan menyusahkan warga setempat.

"Cihideung itu bukan objek wisata, masyarakat yang datang itu bukan mau jalan-jalan tapi mau berbelanja. Ini beda sama Malioboro," kata Andi

Lebih lanjut para pemilik toko ini mengaku belum mendapatkan sosialisasi atau penjelasan terkait rencana penataan ini. Tiba-tiba saja alat berat datang dan melakukan pekerjaan galian.

"Kami tak pernah diberi tahu, dikirim surat atau apa. Karena resah, takut jalan ditutup, awal bulan lalu kami mendatangi Pemkot Tasikmalaya. Kami sampaikan aspirasi, katanya akan dipertimbangkan. Ujug-ujug sekarang datang alat berat," kata Andi.

Pantauan detikJabar proyek penataan di Jalan HZ Mustofa dan Jalan Cihideung sudah dimulai sejak kemarin. Pekerjaan diawali dengan pengerukan jalan untuk membangun sistem drainase.

Pekerjaan ini pun dikeluhkan oleh pedagang kaki lima, petugas parkir, pemilik toko dan pegawai toko. Akses mereka ke tempat usahanya terganggu.

"Tak ada pemberitahuan, tak permisi dulu. Digali saja seenaknya. Jadi menyusahkan, ini kan pasti berbulan-bulan," kata Yanto salah seorang pedagang kaki lima di Jalan HZ Mustofa.

Berbeda dengan Jalan Cihideung yang seluruhnya akan dijadikan pedestrian, penataan di Jalan HZ Mustofa akan menyisakan satu lajur untuk mobil. Sehingga tak ada lajur untuk parkir.

Dari informasi papan proyek diketahui untuk penataan Jalan HZ Mustofa dialokasikan anggaran Rp 4,4 miliar. Sementara untuk penataan di Jalan Cihideung Rp 5 miliar lebih.

Sebelumnya Wali Kota Tasikmalaya M Yusuf mengatakan penataan jalan HZ Mustofa dan Jalan Cihideung bertujuan untuk membuat indah dan nyaman kawasan jantung Kota Tasikmalaya tersebut. Yusuf mengaku penataan itu ingin menerapkan konsep seperti di Malioboro Jogjakarta.

"Akan kita tata, jadi trotoar diperlebar agar jalur pejalan kaki lebih besar. Lebih nyaman, seperti di Malioboro," kata Yusuf.

(yum/yum)