Disnakan Sumedang Dicatut Terkait Bantuan Sapi dari Kementan

Nur Azis - detikJabar
Senin, 18 Jul 2022 23:30 WIB
Ilustrasi sapi di kandang kelompok peternak sapi Kapanewon Srandakan, Bantul.
Foto: Ilustrasi hewan ternak (Pradito Rida Pertana/detikJateng).
Sumedang -

Dinas Peternakan (Disnakan) Sumedang terseret-seret dalam polemik bantuan hibah sapi dari Kementerian Pertanian. Dalam surat pernyataan yang dibuat Kelompok Tani Maju Jaya 2 terkait bantuan sapi tersebut, Dinas Peternakan Sumedang dicantumkan menerima jatah 1 ekor sapi sebagai kompensasi.

Surat tersebut ditanda tangani oleh Jojo Atmaja selaku Kelompok Tani Maju Jaya 2 dan Agus Gunawan yang tertulis sebagai Saksi tertanggal 16 April 2022 atau sebelum bantuan sapi tersebut tiba pada 19 April 2022.

Dalam skema pembagiannya, dari 20 ekor sapi bantuan Kementan, 6 ekor sapi diantaranya milik BOMA, 1 ekor sapi bagi Disnakan Sumedang sebagai kompensasi, 1 ekor sapi sebagai kompensasi bagi pemilik kandang dan 12 ekor sapi sisanya menjadi milik Poktan Maju Jaya 2.


Saat detikJabar mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Peternakan Sumedang Nandang Suparman membenarkan terkait surat pernyataan tersebut. Nandang menerima surat tersebut dari saudara Agus melalui pesan WhatsApp.

Nandang sendiri mengaku kaget serta mempertanyakan kepada pihak Poktan Maju Jaya 2 terkait maksud dan tujuan dengan mencatut Dinas Peternakan Sumedang dalam skema pembagian tersebut.

"Iyaa saya juga kaget dari (Poktan) Maju Jaya dua, ada inisiatif semacam itu. Tujuannya apa ? Maksudnya apa ?" terang Nandang.

Nandang pun telah memperingatkan dengan keras kepada Poktan Maju Jaya 2 bahwa Disnakan Sumedang tidak turut terlibat dalam perjanjian kesepakatan tersebut.

"Saya merasa tersinggung adanya tulisan satu sapi untuk Disnakan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Maju Jaya 2JojoAtmaja belum menjawab saat dikonfirmasidetikJabar perihal surat pernyataan tersebut.